BREAKING NEWS
 

Perkuat Integrasi Rantai Pasok Sawit, PTPN IV PalmCo Gandeng Unilever

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 18 Februari 2025 12:55 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sub Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) PTPN IV PalmCo dan Unilever resmi melakukan kerja sama jangka panjang dalam rantai pasok Minyak Inti Sawit (Palm Kernel Oil/PKO) yang berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara dua perusahaan di London minggu lalu.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengungkapkan, penandatangan ini menandai tonggak baru dalam hubungan kedua perusahaan yang telah berlangsung hampir satu dekade.

Menurutnya, investasi yang ditanamkan oleh Unilever ditujukan untuk pengembangan dua unit Kernel Crushing Plant (KCP) yang akan memperluas kapasitas produksi minyak inti sawit berkelanjutan di PTPN IV PalmCo.

Jatmiko memastikan, PalmCo telah dan akan terus bertransformasi menjadi perusahaan agribisnis yang lebih adaptif serta kompetitif.

Baca juga : Genjot Prestasi Garuda Putri, PSSI Gandeng UNESA

"Melalui kemitraan jangka panjang ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan produksi Minyak Inti Sawit yang berkelanjutan bagi seluruh pelanggan," kata Jatmiko dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (17/2/2025).

Adapun, sebagai bagian dari kesepakatan ini, investasi yang dilakukan oleh Unilever untuk mendukung pembangunan 2 unit KCP mencakup Long Term Supply Contract (LTSC) selama 5 dan 10 tahun. PTPN IV PalmCo akan memasok PKO bersertifikat lestari setiap tahunnya kepada Unilever.

Jatmiko menilai, dengan tambahan 2 pabrik ini, perusahaan semakin siap untuk memenuhi permintaan global akan minyak sawit yang ramah lingkungan.

Fasilitas ini tentunya juga membawa efisiensi dan berpotensi meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Adsense

"Kemitraan adalah kunci dalam membuat rantai pasok minyak sawit lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus melibatkan semua pihak, termasuk petani kecil. Kami akan memastikan Unilever telah menempatkan investasinya dengan tepat bersama kami di PalmCo," jelasnya.

Baca juga : Perluas Bisnis Rental Mobil Listrik, Moren Gandeng 1.600 Partner

Sementara Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen menyampaikan bahwa kerja sama ini menunjukkan komitmen Unilever dalam membangun rantai pasok minyak sawit yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi manusia serta lingkungan.

"Kami mendapatkan kehormatan untuk menandatangani kemitraan jangka panjang. Ini menunjukkan konsistensi kami dalam mengembangkan rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi manusia dan alam," kata Uijen.

Menurutnya, selama bertahun-tahun Unilever telah bekerja sama untuk meningkatkan ketelusuran dan transparansi rantai pasok produk-produk perusahaan.

Dengan kerja sama bersama perusahaan pengelola perkebunan sawit terbesar di dunia tersebut, pihaknya yakin mampu melangkah lebih jauh untuk memperluas basis asset PTPN IV guna menghasilkan volume yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Uijen mengungkapkan, dalam 10 tahun terakhir, Unilever telah menginvestasikan lebih dari 360 juta untuk membangun fasilitas oleokimia kelas dunia di Indonesia guna memproduksi turunan minyak sawit berkelanjutan.

Baca juga : TJSL Nataru, PTPN IV PalmCo Gelontorkan Rp 7,4 Miliar

"Kesepakatan ini memungkinkan Unilever untuk terus memanfaatkan fasilitas tersebut dalam menghadirkan produk-produk yang selaras dengan kebijakan kami tentang manusia dan alam," ucapnya.

Wakil Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menambahkan, kemitraan ini tidak hanya memberikan manfaat bisnis bagi kedua belah pihak tapi juga mendukung transformasi industri sawit nasional ke arah yang lebih berkelanjutan.

Untuk diketahui, PTPN Grup maupun PalmCo sendiri memiliki banyak kerjasama dengan berbagai pihak baik di dalam dan di luar negeri yang telah berlangsung.

Di antaranya, saat ini PalmCo menjalin kerjasama bidang energi terbarukan dengan Jepang untuk Biogas Cofiring dengan metode terbaru ‘Expanded Granular Sludgebeg’ (EGSB).

Selain itu, terdapat proyek rintisan Compressed Biomethane Gas bersama Renikola Malaysia untuk 30 pembangkit senilai 240 juta dolar AS.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense