BREAKING NEWS
 

Tokio Marine Kantongi Pendapatan Premi Hingga Rp 2,3 Triliun Di 2024

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 19 Februari 2025 14:06 WIB
Media Gathering Asuransi Tokio Marine Indonesia di Jakarta, Rabu (19/2/2025). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (TMI) meraih pendapatan premi bruto sebesar Rp 2,3 triliun atau tumbuh 3,1 persen di sepanjang tahun 2024. 

Kenaikan pendapatan premi tersebut, mendorong capaian laba bersih TMI setelah pajak tumbuh 22,1 persen yoy menjadi Rp 297 miliar pada Desember 2024. Ditambah dari hasil underwriting TMI per Desember 2024 mencapai Rp 629 miliar, meningkat 14,6 persen yoy dibandingkan Desember 2023. 

“Pencapaian ini membuktikan dedikasi TMI terhadap market asuransi di Indonesia, serta meningkatkan pertumbuhan industri asuransi di dalam negeri,” ucap President Director TMI Sancoyo Setiabudi dalam acara media gathering di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Di kesempatan yang sama, Head of Corporate Planning TMI Dita Anggrawati mengungkapkan, capaian pendapatan premi dengan hasil underwriting per Desember 2024 mencapai Rp 629 miliar, menjadi rekor dalam 10 tahun terakhir. Pencapaian 2024, pertumbuhan asuransi empat kali lipat sejak pandemi sebesar 42,1 persen CAGR di tahun 2020-2024.

“Meskipun pendapatan premi pada tiga tahun terakhir cenderung stagnan. Namun hasil underwriting dan laba setelah pajak secara konsisten terus tumbuh,” ungkapnya. 

Hal tersebut kata Dita, menunjukkan komitmen TMI dalam melakukan manajemen pemilihan risiko yang lebih selektif. Ia mengatakan, pendapatan premi tersebut didominasi oleh tiga lini bisnis utama, yaitu Harta Benda, Pengangkutan, dan Kendaraan Bermotor, dengan menyumbang sebesar 84 persen dari total pendapatan premi di tahun 2024. 

Baca juga : Permata Bank Catat Laba Bersih Rp 3,6 Triliun Di 2024

Dari sisi kesehatan keuangan, TMI berhasil mencatatkan Risk-Based Capital (RBC) sebesar 331,4 persen yang jauh melebihi batas minimum yang ditetapkan Pemerintah. 

Lebih jauh Dita mengatakan, berbagai tantangan juga masih dihadapi di tahun. Terutama di tengah penurunan daya beli, maupun gejolak ekonomi global. 

“Kalau di tahun 2024, bisnis di otomotif yang selama dua tahun turun turut mempengaruhi pendapatan asuransi kami. Tetapi kami masih bisa tumbuh di lini bisnis yang lain,” ujarnya. 

Meskipun 2025 juga terbilang tidak mudah, pihaknya tetap optimistis bisa bertumbuh. Apalagi Gaikindo juga memberikan proyeksi konservatif, TMI terus mencoba melakukan diversifikasi produk ke depannya. 

Adsense

“Di tahun 2025, kami menargetkan CAGR tumbuh 10 persen di tiga tahun ke depan. Sementara pertumbuhan premi diharapkan tumbuh di kisaran 8-10 persen. Kami lakukan strategi improvement bisnis, diversifikasi dan lauching produk baru,” katanya. 

Selain itu, sebagai bagian dari komitmen terhadap bisnis lokal dan Jepang, TMI mencapai pertumbuhan signifikan sebesar 11,8 persen di bisnis lokal dan pertumbuhan sebesar 6,2 persen di bisnis Jepang selama lima tahun terakhir. Bisnis lokal, terutama Asuransi Perjalanan telah naik signifikan empat kali lipat pasca pandemi dengan tingkat pertumbuhan per tahun atau CAGR 2020-2024 sebesar 42,1 persen. 

Baca juga : Kinerja Positif, Danamon Bukukan Kredit Rp 189,4 Triliun di Tahun 2024

“Untuk mendukung tren pertumbuhan ini, TMI telah mengimplementasikan berbagai inisiatif dalam pengembangan produk dan transformasi digital,” ujarnya.

Inovasi Produk

Sementara itu, Head of Product Development TMI Djoko Mulyono menyampaikan, saat ini, TMI hadir dengan inovasi terbaru dalam perlindungan kendaraan melalui asuransi kendaraan Auto Partner, yang kini lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 

“Dengan opsi perlindungan hingga usia kendaraan 10 tahun untuk Comprehensive dan 20 tahun untuk Total Loss Only (TLO), produk ini memberikan jaminan yang lebih luas dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Pelanggan,” ujarnya. 

Pelanggan dapat memilih hingga 24 perluasan jaminan, termasuk perlindungan terhadap kehilangan kunci, ban & velg, penggelapan oleh pengemudi ataupun penyewa, Tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga dilokasi kejadian, serta layanan darurat di jalan.

Chief Technology Officer TMI Foster Kurniawan menambahkan, di awal 2025, TMI telah meluncurkan dua inovasi baru.

Inovasi pertama adalah pembaruan aplikasi TAPPS, yaitu aplikasi yang dirancang khusus untuk para agen TMI dan hadir dengan empat fitur baru, Real-Time Production Tracking (menampilkan penjualan dan pencapaian secara langsung), Outstanding Reminder (mengingatkan premi yang belum terbayar). Lalu, Renewal Reminder (membantu agen mengamankan perpanjangan polis secara proaktif), dan Points Reward (memudahkan pemantauan poin sekaligus penukaran insentif).

Baca juga : Kurangi Rapat Dan Perjalanan Dinas, Pemprov Jakarta Bisa Ngirit Rp 1,5 Triliun

“Kedua, kami juga memperkenalkan layanan Digital Emergency Road Assistant (ERA) bagi pemegang polis kendaraan bermotor TMI,” ungkapnya. 

TMI telah beroperasi sejak 1975 dan memasuki usia emasnya yang ke-50, TMI akan terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan Indonesia secara berkesinambungan. 

Dengan jaringan luas yang mencakup 9 kantor cabang, 3 kantor perwakilan, dan didukung oleh 413 karyawan serta para agen profesional yang dilatih melalui program Training yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense