BREAKING NEWS
 

Puncak Mudik Lebaran, Kapolri & 3 Menteri Tinjau Simpul Transportasi

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : MUHAMAD FIKY
Sabtu, 29 Maret 2025 20:33 WIB
Kapolri dan menteri kabinet merah putih meninjau Bandara Soekarno-Hatta, Stasiun Gambir dan Terminal Pulogebang, Sabtu (29/3/2025). (Doc:Kemhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memastikan kelancaran arus pergerakan masyarakat selama masa puncak arus mudik Lebaran yang berlangsung pada 28-29 Maret 2025. 

Untuk itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kompak blusukan ke sejumlah simpul transportasi di Jakarta.

Ketiga menteri Kabinet Merah Putih ini meninjau tiga titik transportasi, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Stasiun Gambir dan Terminal Pulogebang.  

Titik pertama Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. Tinjauan ini dilakukan guna memastikan kelancaran layanan transportasi udara di tengah peningkatan jumlah penumpang yang signifikan di Bandara Soekarno-Hatta menjelang perayaan Lebaran.

Menhub menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Bandara Soekarno-Hatta dalam melayani lonjakan jumlah pemudik. 

"Kami melakukan peninjauan terkait kesiapan Bandara Soekarno-Hatta dalam melayani para pemudik yang akan pulang kampung," kata Menhub saat menijau beberapa terminal pada Sabtu (29/3/2025). 

Berdasarkan data real time yang dirilis Angkasa Pura (Injourney airport) sejak 21 Maret 2025 hingga hari ini, Sabtu, terdapat tren peningkatan jumlah penumpang secara bertahap di Bandara Soekarno-Hatta. 

Puncak pergerakan tercatat pada H-3 Lebaran, yakni Jumat (28/3/2025), dengan total penerbangan mencapai 1.179 dan jumlah penumpang mencapai 184.000 orang.  Jumlah penumpang meningkat sebesar 4,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode sama. Secara kumulatif hingga H-3, Bandara Soekarno-Hatta telah melayani 1,2 juta penumpang.

"Kami melihat jumlah penumpang mengalami pertumbuhan. Ini menunjukkan bahwa kapasitas pesawat terisi lebih optimal. Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan kelancaran arus mudik serta kenyamanan penumpang," kata Menhub. 

Salah satu langkah yang diambil dalam transformasi ini adalah pemindahan layanan penerbangan domestik Citilink dari Terminal 3 ke Terminal 1B. 

Baca juga : Mudik Aman, Kapolri Perintahkan Jajaran Antisipasi Kejahatan di Sekitar Stasiun

Eks Komisaris PLN ini menegaskan, pemindahan layanan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di Terminal 3 dan meningkatkan kenyamanan penumpang. 

"Dengan pemindahan ini, kepadatan yang selama ini sering terjadi di Terminal 3 menjadi berkurang. Kita lihat Bandara Soekarno-Hatta tetap mampu melayani penumpang dengan baik tanpa terjadi kepadatan atau antrean di seluruh terminal," tegasnya. 

Kebijakan WFA

Titik kedua yang ditinjau yaitu Stasiun Gambir. Di sini Menhub menyatakan, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan Pemerintah pada masa angkutan Lebaran 2025 sukses mengurai kepadatan jumlah pemudik pada moda kereta api. 

Menhub menilai, kebijakan WFA yang diterapkan oleh Pemerintah ternyata berdampak baik pada pergerakan arus mudik di moda kereta api. 

Kebijakan tersebut punya implikasi yang cukup signifikan sehingga ini menyebarkan para pemudik mulai dari H-10 sampai puncaknya pada 28 Maret 2025. 

Ia melihat sejauh ini tidak terjadi penumpukan yang ekstrem di Stasiun Gambir, meski jumlah penumpang mengalami lonjakan yang signifikan.

“Pergerakan penumpang kereta api sejak H-10 terlihat konstan, sehingga pada saat memasuki masa puncak tidak terjadi kepadatan yang berarti di area stasiun,” ungkapnya. 

Adsense

Dudy menjelaskan, Stasiun Gambir merupakan stasiun kedua terpadat setelah Stasiun Pasar Senen.

Menurut data PT KAI, sampai dengan tadi pagi pukul 10.00 WIB, jumlah penumpang yang berangkat melalui Stasiun Gambir mencapai angka  217.891 orang. 

Baca juga : Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM & PLN Jamin Kelistrikan Stabil

Terkait pelayanan, Menhub juga menyebut pelayanan di Stasiun Gambir sudah sangat baik kepada para penumpang. Dirinya meminta pelayanan ini makin ditingkatkan, terutama pada arus balik Lebaran nanti. 

"Saya tekankan sekali lagi kepada pengelola sektor kereta api dan juga pengelola moda transportasi lainnya bahwa keamanan dan kenyamanan harus menjadi perhatian utama," tegasnya. 

Data PT KAI menyebutkan, realisasi penjualan tiket kereta api jarak jauh dan lokal selama masa angkutan Lebaran 2025 mencapai angka 1.187.818 tempat duduk, per tanggal 29 Maret 2025 pukul 10.00 WIB. 

Sebagai informasi, jumlah kapasitas tempat duduk untuk kereta api jarak jauh adalah sebanyak 1.036.854 kursi, saat ini sudah terjual 726.913 kursi. 

Adapun jumlah kapasitas tempat duduk untuk kereta api lokal adalah sebanyak 150.964 kursi, saat ini sudah terjual 75.163 kursi. 

Titik terakhir yang ditinjau yakni di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur. Pengecekan di lapangan dilakukan dengan melihat proses pemeriksaan kesehatan para pengemudi di Terminal Pulogebang, lalu dilanjutkan dengan pengecekan kelaikan sejumlah bus yang sedang beroperasi. 

Menhub menilai, penyelenggaraan angkutan Lebaran di Terminal Pulogebang berjalan dengan baik.

"Kami selalu menekankan tiga hal, keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Hari ini kami bisa melihat bahwa di Terminal Pulogebang semua hal tersebut dilakukan dengan baik," tuturnya. 

Dari sisi keselamatan, Menhub memastikan seluruh kendaraan bus yang beroperasi sudah melalui proses rampcheck atau pemeriksaan kelaikan jalan kendaraan. 

Di Terminal Pulogebang telah disiagakan 8 orang petugas rampcheck serta 6 orang petugas pendamping rampcheck yang bertugas terbagi dalam 2 shift setiap harinya.

Baca juga : Pantau Puncak Mudik dari JMTC Bareng AHY, Menhub Sebut Volume Kendaraan Naik

Selain itu, tersedia pula pos pelayanan kesehatan bagi awak bus dan penumpang, yang juga siaga 24 jam. 

Menkes, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pelayanan kesehatan bagi awak bus dikhususkan bagi awak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang akan melakukan perjalanan. Di antaranya, dilakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan tes urine.

"Kesehatan pengemudi berpengaruh terhadap keselamatan di perjalanan. Pengemudi harus beristirahat setiap 4-5 jam agar tidak mudah kehilangan konsentrasi. Urine juga akan dicek, jika ada yang kedapatan mengkonsumsi narkoba, bisa segera ditindaklanjuti oleh Kepolisian," kata BGS-sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin. 

Terkait keamanan di terminal, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, dibuka  Posko Saber Pungli untuk menjaga para penumpang dari gangguan premanisme dan pungutan liar.

"Masyarakat yang menggunakan bus untuk mudik tahun ini meningkat hampir 145 persen. Untuk itu, kami di sini bersama-sama ingin memastikan kesiapan, baik dari terminalnya, kendaraan busnya dan juga dari pengemudinya," kata Kapolri. 

Berdasarkan data Terminal Pulogebang, jumlah penumpang yang berangkat sejak tanggal 21 Maret 2025 (H-10) hingga 29 Maret 2025 (H-2) adalah sebanyak 31.562 penumpang atau rata-rata 3.506 penumpang per hari. 

Sementara, rata-rata jumlah keberangkatan penumpang harian di Terminal Pulogebang pada 2025 ini adalah sebanyak 1.341 prenumpang.

Di Terminal Pulogebang terdapat 126 perusahaan otobus dengan total 1.057 bus AKAP yang beroperasi. Terminal ini melayani 59 trayek tujuan perjalanan ke daerah Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense