RM.id Rakyat Merdeka - Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, koordinator wilayah kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PHE ONWJ dan PHE OSES, berkomitmen mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga (IRT) yang sering disebut sebagai kaum rentan.
Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa Pinto Budi Bowo Laksono mengatakan, melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berkelanjutan, fokus pada peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, serta kualitas hidup masyarakat.
“Kami percaya bahwa keberhasilan Perusahaan harus berjalan seiring dengan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (28/4/2025).
Baca juga : Menteri P2MI Usulkan Penguatan Atnaker, dari Pelaporan, Promosi, & Pendataan PMI
Bersama Mardiana dan Eka, PHE ONWJ dan PHE OSES melakukan pendampingan dari Regional Jawa. Sejak 2004, Mardiana aktif dalam organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu, berperan dalam pemberdayaan perempuan dan kesehatan masyarakat.
Sebagai Ketua Posyandu, ia berperan sebagai penggerak program Selamatkan Stunting dan Gizi Buruk Bersama Pertamina (Seribu Asa). Program yang diinisiasi PHE OSES ini fokus pada penanggulangan stunting di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu.
Bersama Tim Dahsat, julukan kelompok yang terdiri dari perempuan yang berperan sebagai juru masak PKK kelurahan, kader Posyandu, kader PKK, ahli gizi Puskesmas Pulau Kepulauan Seribu Utara, serta Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Mardiana mengoordinasikan penyediaan makanan bergizi untuk eksistensi Program Makanan Utama (PMU) bagi balita yang perkembangannya belum optimal.
Baca juga : Kilang Pertamina Internasional Lampaui Target Kinerja di Triwulan Pertama 2025
“Pendampingan dari Regional Jawa sangat berarti bagi kami. Ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga membuka jalan bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan, serta menjadi lebih mandiri dalam ekonomi keluarga,” ungkap Mardiana.
Sementara itu, Eka merintis usaha berbasis komunitas sejak 2016. Dan pada 2017 ia bergabung dengan Kelompok UMKM Wanita (KUW) Greenthink yang dibentuk PHE ONWJ.
Melalui program ini, Eka mendapatkan pelatihan bisnis serta dukungan legalitas usaha, termasuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), dan sertifikasi halal.
Baca juga : Peringati Hari Hutan Sedunia, Pertamina Perkuat Program Hutan Lestari
Perjuangan Mardiana dan Eka membuktikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun ekonomi komunitasnya.
“Dengan dukungan yang tepat, perempuan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkas Pinto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.