RM.id Rakyat Merdeka - Sejak 2015, Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa mendukung keberlangsungan Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah.
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11.4. Yakni, konservasi cagar alam dan budaya bagi masyarakat, Regional Jawa berkontribusi dalam penguatan pelestarian budaya lokal serta pemberdayaan masyarakat melalui seni.
“Dukungan ini mencakup penguatan kapasitas, peningkatan fasilitas, serta pengembangan metode pembelajaran untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya kepada generasi muda,” ucap Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP area Jawa bagian barat Wazirul Lutfi dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2025).
Dikutip dari Unesco, seni tari merupakan bentuk ekspresi tertua di dunia. Keindahan dan kekuatan seni tari tersebar di berbagai belahan dunia dengan budaya, etnis, dan politik yang variatif.
Selain itu, tarian juga menjadi wadah komunikasi bagi para seniman. Fakta ini lah memicu dicanangkannya Hari Tari Sedunia (International Dance Day) yang diperingati setiap 29 April.
Hari Tari Sedunia dicetuskan oleh Komite Tari dari Institut Teater Internasional (ITI). ITI adalah mitra UNESCO dalam seni pertunjukan. Penetapan Hari Tari Sedunia bertujuan menyatukan banyak insan dengan bahasa universal, yakni tarian.
Baca juga : Wamenaker Jalan Santai Jelang Perayaan MayDay
“Pertamina percaya pelestarian budaya adalah investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan bahwa generasi muda dapat terus merasakan, mempelajari, dan mencintai budaya lokal mereka,” ujarnya.
Aerli Rasinah merupakan generasi kesebelas dalam garis keluarga penari topeng. Neneknya, Mimi Rasinah merupakan generasi kesembilan yang memulai kariernya sebagai penari, menemani orang tuanya yang berprofesi sebagai dalang ronggeng.
Hingga akhirnya Mimi menyandang gelar maestro tari topeng, yang memperkenalkan keanggunan seni tari tradisi Indramayu ke panggung nasional hingga dunia.
Baca juga : Mentan: Wapres Gibran Dukung Penuh Pemberantasan Korupsi Dan Mafia Beras
Aerli cilik dididik dan dipersiapkan untuk meneruskan warisan budaya keluarganya. Kini, dengan pendekatan modern, Aerli mengadaptasi tari topeng menjadi lebih dinamis, namun tetap mempertahankan pakem leluhur.
Ia mempersingkat durasi pertunjukan dan memperkenalkan Tari Topeng Klana Lima Menit agar seni ini lebih mudah dipelajari dan dicintai oleh generasi baru.
Sanggar Tari Topeng Rasinah yang dia asuh, saat ini membina sekitar 150 anak-anak usia sekolah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.