RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Pemerintah menggenjot program Swasembada Pangan, sudah tepat. Upaya ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam mewujudkan swasembada pangan. Salah satunya dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang bakal menyuntikkan modal untuk operasional BUMN Pangan.
PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) disebut-sebut menjadi salah satu BUMN yang akan mendapatkan kucuran dana tersebut.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo dalam peluncuran PT Agrinas Pangan Nusantara di Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Pria yang akrab disapa Tiko ini menegaskan, Pemerintah serius menggenjot program Swasembada Pangan. Hal itu tercermin dari rencana pemberian suntikan modal untuk tiga perusahaan pelat merah.
Baca juga : RI-Inggris Kerek Kerja Sama Perdagangan Dan Investasi
Ketiganya adalah PT Indra Karya (Persero) yang berubah menjadi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), dan PT Yodya Karya menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), dan PT Virama Karya yang menjadi Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).
“Agar mendapatkan dana segar tersebut, maka perusahaan pelat merah itu membuat strategi bisnis ataupun rencana korporasi jangka panjang yang jelas,” terang Tiko.
Suntikan dana tersebut, imbuh Tiko, bisa digunakan Agrinas untuk menjalankan program swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintah.
Menurut Tiko, meskipun semua BUMN telah dikendalikan Danantara, pihaknya memastikan akan tetap mengawasi dengan ketat pembentukan susunan direksi hingga komisaris di tubuh Agrinas.
Menyoal ini, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto berpendapat, kehadiran Danantara diharapkan bisa membuka peluang untuk mencapai target Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya program swasembada pangan.
Baca juga : Taman 24 Jam Rawan Jadi Tempat Esek-esek
“Selain itu, juga menjadi jalan bagi Pemerintah untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di angka 8 persen,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sebab, kata Toto, kehadiran Danantara bukan hanya fokus untuk mencari investor. Tetapi juga turun tangan membenahi dan membantu BUMN yang masih sakit, hingga perusahaan pelat merah yang tengah berkembang.
Dia menegaskan, kehadiran Danantara pasca perevisian Undang-Undang (UU) BUMN, diyakininya mampu mendorong pengelolaan BUMN menjadi lebih baik.
Perusahaan yang dimiliki negara disebut bakal mampu meningkatkan penciptaan nilai dan membuat kinerjanya bisa setara dengan Temasek di Singapura ataupun SASAC (State-owned Assets Supervision and Administration Commission of the State Council) di China.
Danantara juga dinilai akan memiliki peran strategis, bukan saja sebagai pengelola BUMN, tetapi juga pengelola investasi.
Baca juga : Crystal Palace Raih Piala FA Perdana, The Citizens Zonk!
“(Kehadiran) Danantara bukan berarti meniadakan peran Kementerian BUMN. Kementerian BUMN menjadi pengawas, Danantara yang berperan sebagai eksekutor,” ucapnya.
Nantinya, lanjut Toto, bantuan pendanaan dari Danantara kepada BUMN Pangan, diharapkan membantu Pemerintah mewujudkan swasembada pangan.
“Tugas holding BUMN operasional adalah menjalankan fungsi pengelolaan BUMN secara optimal, supaya value creation bisa ditingkatkan,” terangnya.
Sementara fungsi holding investasi, kata Toto, adalah menjalankan mandat supaya Danantara bisa berperan strategis.
Terutama dalam melakukan proses investasi untuk membantu pembangunan sektor strategis yang diprioritaskan Pemerintah. Misalnya, ketahanan energi, ketahanan pangan, dan lainnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.