RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jakarta, melakukan upaya konservasi penyu sisik Suaka Margasatwa Pulau Rambut di Kepulauan Seribu.
Sepanjang periode Januari hingga Desember 2024, Rumah Penyu mencatat keberhasilan menyelamatkan 318 butir telur penyu, dan pelepasliaran 142 tukik.
“Angka ini menjadi capaian signifikan, mengingat sebelumnya lebih dari 76 persen sarang penyu terancam oleh predator seperti biawak, burung pantai, dan fenomena alam air pasang,” ujar Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ R Ery Ridwan dalam keterangan resmi, Kamis (5/6/2025).
Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Sukses Tuntaskan Peremajaan Jalur Pipa Bawah Laut
Pasca-pembangunan Rumah Penyu, yang menjadi bagian dari kerja sama tersebut, Suaka Margasatwa Pulau Rambut di Kepulauan Seribu kini menjelma menjadi benteng konservasi semi alami yang berhasil menghidupkan kembali ekosistem penyu.
Rumah Penyu hadir dengan sistem penetasan semi alami yang lebih aman dan dilengkapi sarana pendukung. Seperti bak pemeliharaan, fasilitas kamera televisi sirkuit tertutup (CCTV), dan panel surya untuk memastikan keberlangsungan konservasi secara berkelanjutan.
Tak hanya berfokus pada upaya penyelamatan, program pelestarian penyu sisik ini juga melibatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan kampanye dan pelatihan konservasi.
“Lebih dari 60 orang dari komunitas lokal, staf, hingga mitra konservasi telah berpartisipasi aktif, menjadikan Rumah Penyu sebagai pusat edukasi dan pembelajaran lingkungan hidup yang inklusif,” ungkapnya.
Ery menambahkan, keberadaan Rumah Penyu merupakan wujud dari representasi nyata dari komitmen jangka panjang PHE ONWJ dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut Indonesia.
“Kami percaya bahwa industri energi tidak hanya memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga bertanggung jawab dalam memastikan kelestarian sumber daya alam bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Baca juga : Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Secara Menyeluruh
Bagi PHE ONWJ, keberhasilan ini menjadi simbol kuat bahwa praktik industri migas dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian alam.
“Rumah Penyu kini tidak hanya berperan sebagai infrastruktur konservasi, tetapi juga wujud nyata sinergi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga si ‘penjaga laut’ dari kepunahan,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.