RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mendorong penguatan sistem ketahanan kesehatan nasional melalui pilar ketiga transformasi kesehatan. Menyambut inisiatif ini, Draeger Indonesia mengambil langkah konkret dengan menggandeng Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI) dalam program pelatihan nasional bagi dokter anestesi dan tenaga medis ICU di berbagai daerah.
Managing Director Draeger Indonesia Ratna Kurniawati menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya dalam memperkuat kemandirian alat kesehatan (alkes) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Kegiatan workshop telah dimulai sejak Mei 2025.
Kegiatan ini menyasar 17 fakultas kedokteran di Indonesia yang memiliki Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif. "Kesiapan tenaga kesehatan sangat penting sebelum teknologi diterapkan. Tanpa itu, potensi teknologi tidak bisa dimaksimalkan,” ujarnya dikutip siaran pers di Jakarta, Kamis (5/6/2025).
Workshop terbagi menjadi dua fokus. Yaitu, pelatihan mesin anestesi bagi peserta didik dokter spesialis, dan pelatihan dasar penggunaan ventilator bagi dokter umum dan dokter anestesi yang bertugas di ruang ICU. Program ini dirancang agar kompetensi tenaga medis di ruang perawatan intensif dan operasi bisa terus diperkuat, terutama dalam pemanfaatan teknologi medis.
Baca juga : Pemkot Tangerang Raih Juara 1 Tingkat Nasional Penerapan SPM
Ratna menambahkan, Draeger telah memiliki program edukasi berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir, yang menargetkan pembinaan dokter muda dan residen. Inisiatif ini akan terus diperluas bersama asosiasi-asosiasi kedokteran lainnya di Indonesia.
“Ini bagian dari filosofi kami, ‘Technology for Life’, di mana kami ingin produk-produk kami memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” jelas Ratna.
Pelatihan ini juga dilakukan sebagai respons terhadap tingginya permintaan pelatihan teknologi anestesi dan ICU, menyusul instalasi alat anestesi Draeger di lebih dari 1.200 rumah sakit di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, perusahaan asal Jerman tersebut telah mengedukasi lebih dari 3.000 tenaga kesehatan di Tanah Air, baik secara daring maupun luring.
“Edukasi harus terus dilakukan, apalagi dengan penyebaran produk kami yang semakin luas. Ini komitmen jangka panjang kami,” ujar Ratna.
Baca juga : Perkuat Silaturahmi, PNM Ajak Keluarga Karyawan Tebar Kebaikan
Draeger juga tengah menyiapkan peluncuran produk ventilator terbaru yang direncanakan rilis pada Juni 2025. Produk ini akan menjadi bagian dari solusi terkini untuk manajemen pernapasan pasien di unit ICU, dengan berbagai mode ventilasi canggih termasuk terapi oksigen aliran tinggi dan ventilasi noninvasif.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia alat, tetapi juga mitra yang membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,” ucap Ratna.
Ketua Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI), Dr. dr. Reza Widianto Sudjud menilai kolaborasi ini penting untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi mutakhir. “Kami ingin peserta didik mendapatkan keterampilan yang sesuai perkembangan medis terkini,” ujarnya.
Dukungan ini selaras dengan pilar ketiga transformasi kesehatan, yakni membangun kemandirian farmasi dan alkes dalam negeri. Dengan mengurangi ketergantungan impor, sistem ketahanan kesehatan diharapkan lebih tangguh terhadap ancaman global. Selain itu, kolaborasi ini juga terkait pilar kelima, yaitu penguatan SDM kesehatan.
Baca juga : Pertama Kali Dalam Sejarah, PSSI Gelar Coach Education Scholarship
Menurut Reza, kemampuan menggunakan ventilator sangat krusial dalam penanganan pasien kritis. Ventilator menjadi alat vital bagi pasien dengan gangguan pernapasan akut akibat penyakit paru, trauma, atau komplikasi pasca-operasi. Ia berharap pelatihan ini bisa menekan angka kematian di ICU lewat penanganan awal yang tepat.
Dalam kerja sama ini, KATI juga turut berperan dalam uji klinis produk dalam negeri, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan sektor alat kesehatan nasional. Langkah ini diharapkan bisa mendorong akselerasi produksi lokal yang memenuhi standar klinis dan dapat digunakan luas di fasilitas medis.
Draeger Indonesia merupakan bagian dari Dräger Group asal Jerman, perusahaan global yang telah hadir sejak 1889 dan bergerak di bidang teknologi medis dan keselamatan. Di Indonesia, Draeger menyediakan rangkaian alat medis mulai dari ventilator, workstation anestesi, pemantauan pasien, hingga sistem manajemen rumah sakit.
Melalui kerja sama lintas sektor, perusahaan ini berharap dapat menjadi bagian penting dari solusi atas tantangan layanan kesehatan, khususnya di ruang ICU, kamar operasi, dan perawatan neonatal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.