RM.id Rakyat Merdeka - Setelah dinyatakan discovery, sumur Migas Non Konvensional (MNK) Gulamo dan Kelok kini siap membuka jalan bagi tahapan pembuktian konsep (appraisal).
Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama pihak terkait sedang mempersiapkan kelayakan eksplorasi tahap lanjut, guna memahami dengan lebih baik potensi reservoir.
Sebelumnya, kedua sumur MNK, yakni Gulamo dan Kelok menjadi pionir eksplorasi MNK yang dijalankan lewat program akusisi data, fracturing (perekahan) pada interval terbatas, serta serangkaian tes termasuk flowback test. Yakni, sebuah tes dengan mengukur aliran fluida yang kembali ke permukaan setelah proses fracturing untuk mengevaluasi karakteristik dan kualitas reservoir.
Flowback test merupakan langkah penting awal untuk mengetahui kemampuan reservoir dalam mengalirkan fluida ke lubang sumur dan ke permukaan, yang juga menjadi indikator adanya aliran hidrokarbon minyak dan gas ke permukaan.
Menurut General Manager PHR Zona Rokan, Andre Widjanarko, berdasar pada data dan informasi, PHR bersama pihak terkait kini tengah mempersiapkan kajian kelayakan eksplorasi lanjutan, guna memahami dengan lebih baik potensi reservoir MNK pada formasi Brown Shale.
"Fokusnya, untuk mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan, termasuk dalam memastikan reservoir, kemudian dapat diproduksi dengan memenuhi kaidah teknis keteknikan, sekaligus dapat memenuhi aspek keekonomian," ungkapnya.
Sementara Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas, Sunjaya Eka Saputra mengatakan, SKK Migas terus melakukan koordinasi yang intensif dengan PHR, agar program-program terkait pengembangan Gulamo dan Kelok dapat dilaksanakan sesuai arahan dan persetujuan SKK Migas.
Baca juga : Tambah Kontrak, Gustavo Almeida Siap Bawa Persija Juara
Dia menjelaskan, potensi MNK jika dikembangkan dengan baik, akan memberikan tambahan produksi yang signifikan dan meningkatkan lifting di Blok Rokan, sehingga berdampak positif pada peningkatkan lifting Migas secara nasional.
Bahkan, lanjut alumni UGM dan ITB ini, pihaknya terus mendorong PHR untuk dapat mengakselerasi upaya percepatan produksi, guna mendukung peningkatan lifting migas untuk mendukung program Ketahanan Energi yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
"Saat ini juga sedang disiapkan agar ada mekanisne early production dari sumur MNK, sebelum POD disetujui, seperti yang dilakukan untuk sumur2 GMB sebelumnya" kata Sunjaya.
Tahapan eksplorasi lanjutan, tambahnya lagi, direncanakan melibatkan pengeboran sumur appraisal pada periode 2026-2027, serta sumur Demonstration yang akan berlangsung di tahun 2027-2028.
Tidak seperti sumur sebelumnya yang berupa sumur vertical atau deviated, sumur eksplorasi lanjutan ini akan menggunakan teknologi pengeboran Long Horizontal dengan Multi-Stage Hydraulic Fracturing.
Sumur appraisal MNK adalah sumur yang dibor setelah ada penemuan minyak atau gas bumi, untuk lebih lanjut membuktikan efektivitas penerapan konsep Long Horizontal dan Multi-Stage Hydraulic Fracturing, selain menentukan batas reservoir dan ukuran sumberdaya.
Sumur ini digunakan untuk menguji dan mengevaluasi sumberdaya yang sudah ditemukan sebelumnya.
Baca juga : Minyak Telon Lokal Go Global, UMKM Binaan BRI Sukses Ekspor
Sedangkan sumur demonstration MNK, adalah sumur yang digunakan untuk membuktikan sukses sumur appraisal dapat diterapkan di area yang lebih luas, selain menunjukkan kemampuan sebuah area atau lapangan minyak dalam menghasilkan minyak bumi non-konvensional. Ini biasanya dilakukan sebagai bagian tahap evaluasi dan pengujian sebelum pengembangan penuh suatu lapangan.
Di sisi lain, operasi produksi migas konvensional dari interval yang lebih dangkal baik di sumur Gulamo dan sumur Kelok tengah dalam tahap persiapan.
Hal ini menunjukkan komitmen PHR untuk memastikan optimalisasi sumber daya migas. Ke depan, berbagai tahapan terus diproyeksikan untuk merealisasikan potensi reservoir MNK BSH.
Kajian kelayakan tahap lanjut ekplorasi tengah berjalan, disertai persiapan pelaporan Studi Potensi MNK Rokan kepada Pemerintah Indonesia dan pengusulan KBH MNK termasuk melakukann penjajakan kemitraan dengan calon mitra strategis.
Langkah-langkah strategis ini menjadi bagian integral dari perjalanan panjang eksplorasi migas non-konvensional, yang tidak hanya menitikberatkan pada ketahanan/kemandirian energi nasional, tetapi juga pada pengembangan ekonomi yang lebih luas.
Untuk diketahui, PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.
Baca juga : Tiga Ruas Tol Regional Nusantara Alami Lonjakan Lalin Pada H-3 Lebaran
Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal.
PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations).
Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.
Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.