RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak komunitas otomotif untuk segera beralih ke kendaraan ramah lingkungan serta ikut berperan aktif dalam memperkenalkan dan melestarikan sejarah serta budaya bangsa. Salah satunya melalui event 'E-Rallytage: EV Fun Rally in Heritage'.
Seluruh peserta kegiatan ini menggunakan mobil listrik dari berbagai merek dan menempuh rute yang dirancang secara khusus untuk menyusuri sejumlah titik bersejarah di Jakarta. Mulai dari Sekretariat IMI di kawasan Gelora Bung Karno, para peserta melintasi ikon-ikon budaya seperti Gedung Joang 45, Taman Ismail Marzuki, Museum Sumpah Pemuda, Museum Gajah, hingga Gereja Katedral, dan kemudian finis di Sirkuit Formula E Ancol.
E-Rallytage yang digagas oleh IMI diselenggarakan dalam rangka menyambut Formula E Jakarta E-Prix 2025. Kata Bamsoet, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia otomotif bisa bersinergi dengan misi kebangsaan.
Baca juga : IMI Akan Gelar 'E-Rallytage' Mobil Listrik, dengan Check Point Tempat Bersejarah
“Sebanyak 50 kendaraan listrik akan melintasi rute ikonik yang tidak hanya menggambarkan transformasi kota Jakarta, tetapi juga menyimpan jejak-jejak sejarah perjuangan dan kebudayaan bangsa," ujar Bamsoet, usai melepas peserta E-Rallytage: EV Fun Rally in Heritage yang diiukuti ratusan peserta di Sekretariat IMI Jakarta, Minggu (15/6/2025).
Hadir dalam acara tersebut Ketua IMI DKI Jakarta Ananda Eko, Sekjen IMI DKI Jakarta Dodi Irawan, Ketua Penyelenggara Roni Arifudin serta para pimpinan IMI Pusat M Riyanto, Jeffrey JP, Erwin Indrianto, Cokro Kusnadi dan lain-lain.
Bamsoet menjelaskan, rute yang dilalui E-Rallytage menggambarkan perjalanan penting sejarah bangsa Indonesia. Gedung Joeang 45, misalnya, adalah tempat pendidikan politik pemuda pada masa revolusi, yang kini menjadi simbol semangat juang. Museum Sumpah Pemuda mengingatkan pada lahirnya semangat persatuan nasional. Sementara Museum Nasional menjadi representasi warisan arkeologi, seni, dan budaya dari seluruh penjuru negeri. Gereja Katedral, sebagai salah satu bangunan tertua dan berarsitektur Eropa klasik di Jakarta, menegaskan keragaman dan warisan spiritual yang turut membentuk wajah bangsa Indonesia.
Baca juga : Plastik Bom Waktu, Menteri Hanif Serahkan Kalpataru Untuk 12 Pahlawan Lingkungan
Dengan menjadikan titik-titik sejarah tersebut sebagai checkpoint, E-Rallytage mengajak para peserta dan publik untuk mendalami kembali makna-makna kebangsaan yang terkadang terpinggirkan dalam kehidupan modern. Di tengah dominasi dunia digital, sejarah bangsa sering kali kalah bersaing dengan konten-konten media sosial yang dangkal.
“Di sinilah komunitas otomotif dapat memainkan peran penting membawa cerita sejarah ke jalanan, membingkainya dalam semangat kebersamaan dan inovasi," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kunjungan ke museum terus menurun. Pada tahun 2023, hanya sekitar 1,8 persen dari total populasi Indonesia yang tercatat mengunjungi museum. Angka ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya pendekatan baru dalam edukasi sejarah. E-Rallytage bisa menjadi salah satu contoh membawa sejarah ke ruang publik melalui pendekatan yang kreatif dan inklusif.
Baca juga : Bamsoet Ajak Komunitas Otomotif Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional
"Melalui kegiatan seperti E-Rallytage, kita semua diingatkan bahwa menjadi bagian dari bangsa bukan hanya soal masa kini dan masa depan, tetapi juga soal bagaimana kita menghargai masa lalu. Karena hanya bangsa yang mengenal sejarahnya, yang mampu melangkah mantap menuju masa depan," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.