BREAKING NEWS
 

Laporan Dari Jepang

Bos Suzuki Curhat Ke Menperin Penjualan Kendaraan Niaga Turun

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 11 Juli 2025 17:10 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan jajaran Suzuki Motor Corporation. (Foto: Aditya Nugroho/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran pimpinan Suzuki Motor Corporation (SMC) dan PT Suzuki Indomobil Motor di Paviliun Indonesia dalam rangkaian World Expo 2025 Osaka, Kamis (11/7/2025).

Pertemuan tersebut membahas kondisi terkini industri otomotif, khususnya terkait stabilitas penjualan kendaraan penumpang dan tantangan signifikan pada segmen kendaraan komersial (niaga) yang banyak digunakan oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM).

Menperin Agus Gumiwang hadir bersama jajaran Kementerian Perindustrian, yaitu Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Setia Diarta, Sekretaris Jenderal Eko S.A. Cahyanto, Juru Bicara Febri Hendri Antoni Arif, serta Staf Khusus Menteri Achmad Sigit Dwiwahjono.

Baca juga : Menperin Minta Toyota Tingkatkan TKDN Kendaraan Hybrid

Sementara dari pihak Suzuki turut hadir Managing Officer dan Executive General Manager for Automobile Marketing – Asia, Latin America and Oceania SMC Masafumi Harano, Department Manager of Indonesia Automobile Department SMC Fumihiro Sakurai, Presiden Direktur Suzuki Indomobil Motor Minoru Amano, serta Managing Director Indomobil Motor Shodiq Wicaksono.

Adsense

Dalam pertemuan tersebut, Suzuki menyampaikan bahwa penjualan kendaraan penumpang masih cukup stabil. Namun, terdapat penurunan tajam pada penjualan kendaraan niaga, yang umumnya dibeli oleh sektor UMKM dan IKM. Salah satu penyebab utamanya adalah melemahnya kemampuan pelaku usaha kecil dalam membayar cicilan kendaraan melalui skema pembiayaan (leasing).

“Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk mendorong pemulihan sektor IKM agar permintaan terhadap kendaraan komersial dapat kembali meningkat,” ujar Menperin.

Baca juga : Jaga Market, Menperin Minta Produsen Mobil Nggak Kerek Harga Dan PHK

Agus menekankan pentingnya industri otomotif sebagai penggerak sektor manufaktur lainnya. “Industri otomotif memiliki rantai pasok yang panjang dan sangat berkaitan erat dengan sektor manufaktur lain, baik secara backward linkage maupun forward linkage. Ketika satu sektor melemah, sektor lain akan terdampak. Oleh karena itu, kita tidak bisa melihat industri otomotif secara terpisah dari ekosistem ekonomi secara keseluruhan,” ucapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Suzuki mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kendaraan hasil proses manufaktur dalam negeri dengan tingkat lokalisasi tertentu. Menurut Suzuki, kebijakan ini dapat memperkuat daya beli masyarakat, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung konsumen kendaraan niaga Suzuki, serta kelas menengah pengguna kendaraan penumpang.

Segmentasi UMKM sangat penting dalam kebijakan ini karena dapat membantu mengembangkan aktivitas bisnis yang pada akhirnya berdampak positif terhadap perekonomian nasional secara signifikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense