BREAKING NEWS
 

PGN Perkuat Infrastruktur Untuk Pemerataan Pasokan Gas

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 21 Juli 2025 16:20 WIB
Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko. (Foto: PGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur gas bumi nasional guna menjawab tantangan ketimpangan antara lokasi pasokan dan permintaan gas, khususnya di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko mengungkapkan, kebutuhan gas bumi di kedua wilayah tersebut tergolong tinggi, namun belum didukung oleh infrastruktur yang memadai. Di sisi lain, pasokan gas justru berlebih di wilayah Jawa Timur.

“Permintaan gas bumi di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat sangat tinggi, namun masih terdapat kekurangan infrastruktur. Sementara pasokan justru banyak di Jawa Timur,” ujar Arief dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Baca juga : BP Haji Buka Rekrutmen SDM Lintas Agama Untuk Persiapan Haji 2026

Kondisi tersebut turut disoroti Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi. Menurutnya, potensi pasokan gas secara nasional masih mencukupi bahkan surplus karena sebagian diekspor. Namun, kendala muncul akibat tidak sesuainya lokasi produksi dengan permintaan.

“Secara keseluruhan, kita tidak defisit karena ekspor. Tapi ada lokasi tertentu di mana buyer berkumpul, dan tidak cocok dengan lokasi sumber pasokannya,” jelas Kurnia.

Adsense

Untuk menjawab tantangan distribusi, PGN memanfaatkan LNG sebagai alternatif pasokan. Namun Arief menekankan pentingnya keberlanjutan suplai LNG domestik dengan harga yang kompetitif.

Baca juga : PIS Raih Penghargaan Untuk Upaya dan Inovasi Pelayaran Hijau

“Tantangan selanjutnya adalah bagaimana PGN bisa memperoleh LNG secara sustain dan kontinu, dengan harga yang tetap kompetitif bagi pelanggan,” kata Arief.

Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof, menambahkan bahwa transisi dari gas pipa ke LNG menimbulkan tantangan baru dalam struktur harga yang mengikuti pasar internasional dan kebutuhan infrastruktur yang lebih kompleks. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan terpadu dari pemerintah.

Saat ini PGN tengah menggarap sejumlah proyek strategis, antara lain pembangunan pipa Tegal–Cilacap, Terminal LNG Arun, serta revitalisasi FSRU dan tangki penyimpanan. Sebanyak 67 persen dari total belanja modal (capex) tahun ini dialokasikan untuk penguatan infrastruktur gas.

Baca juga : Perkuat Ekonomi Rakyat, Pemprov DKI Bangun 4 Pasar Baru Di Lokasi Strategis

Arief menyebut, ada empat faktor utama yang menjadi dasar pengembangan sektor gas nasional, yaitu availability (ketersediaan pasokan dari hulu), accessibility (konektivitas infrastruktur), affordability (harga yang terjangkau), dan sustainability (keberlanjutan yang ditopang oleh kebijakan).

Melalui strategi jangka panjang bertajuk Grow-Adapt-Step Out (GAS), PGN terus memperluas akses energi bersih di seluruh Indonesia. Arief menegaskan, dukungan kebijakan pemerintah tetap menjadi kunci agar PGN dapat menyediakan LNG domestik dengan harga yang terjangkau.

“Dengan dukungan pemerintah, PGN siap menjangkau penyaluran energi bersih ke seluruh wilayah Indonesia,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense