BREAKING NEWS
 

Menperin: Industri Otomotif Nasional Siap Tancap Gas Di Tengah Tekanan Global

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 24 Juli 2025 15:59 WIB
(dari kanan) Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko S.A Cahyanto, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto, Gubernur Banten Andra Soni, Direktur Jenderal Industri Direktur Jenderal Industri Logam Kementerian Perindustrian Setia Diarta, Ketua Penyelenggara GIIAS Rizwan Alamsjah meresmikan acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD Tangerang, Kamis (24/7/2025). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga ekosistem industri otomotif nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Hal ini disampaikan saat membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (24/7/2025).

“Pemerintah merasa terhormat dan bangga dengan terselenggaranya GIIAS. Pameran ini diharapkan menjadi pemicu untuk membangkitkan kembali minat belanja masyarakat, khususnya dalam pembelian kendaraan,” ujar Menperin.

Baca juga : Gandeng Mitra Industri, Fasilkom UMB Pamerkan Inovasi Digital

Agus menyebut, industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Ia menyoroti ketahanan dan daya saing sektor ini, yang terus tumbuh melalui peningkatan investasi, inovasi produk, serta perluasan pasar ekspor.

Menperin menyampaikan bahwa Indonesia mencatat penjualan kendaraan domestik tertinggi di ASEAN. Namun, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah, yakni 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia (490), Thailand (275), dan Singapura (211). “Ini justru menunjukkan adanya ruang pertumbuhan yang besar bagi industri otomotif nasional,” kata Agus.

Adsense

Ia juga menegaskan bahwa struktur industri otomotif Indonesia telah terintegrasi dari hulu ke hilir. Sektor ini memberi efek berantai besar terhadap perekonomian nasional, baik dari sisi backward linkage ke industri bahan baku seperti logam, karet, dan elektronik, maupun forward linkage ke sektor perdagangan, transportasi, logistik, keuangan, dan asuransi. “Koefisien backward linkage mencapai 0,975, sementara forward linkage 0,835—ini menandakan kekuatan efek multiplikasi sektor otomotif,” jelasnya.

Baca juga : PT Duta Sukses Indonesia Hadirkan Brand Global Neewer & Lexar ke Tanah Air

Menghadapi penurunan penjualan otomotif ASEAN sebesar 5,4 persen pada 2024, termasuk di Indonesia (-12,8 persen) dan Thailand (-24,7 persen), Agus menyebut pentingnya benchmarking dengan negara lain. Salah satunya, China berhasil meningkatkan produksi otomotif sebesar 10,9 persen dan penjualan domestik 9,6 persen, berkat subsidi tukar tambah dan strategi harga yang tepat.

Ekspor otomotif China juga tumbuh 7,9 persen dan kini berkontribusi 20 persen terhadap total produksinya. Strategi pemilihan pasar ekspor seperti Meksiko, Australia, dan Timur Tengah, dinilai efektif menghindari beban tarif tinggi dari AS. “Ini contoh bagaimana kebijakan tepat bisa mengakselerasi daya saing industri,” jelas Agus.

Di tengah tantangan seperti kenaikan harga bahan baku, disrupsi rantai pasok, dan fluktuasi kurs, Menperin menegaskan bahwa pemerintah fokus menjaga daya beli dan ketahanan industri. “Kami meminta pelaku industri untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja. Ini perintah pemerintah,” tegasnya.

Baca juga : Anak Bangsa Harus Kelola Sumur Minyak, Bukan Asing

Agus optimistis masa transisi industri ini bersifat sementara. Ia meyakini pemulihan pasar akan segera terjadi, dan saat momentum itu tiba, industri otomotif Indonesia akan mampu melesat lebih tinggi dengan struktur yang semakin efisien dan kompetitif.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Perindustrian juga memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan GIIAS 2025. Agus menyebut pameran ini bukan hanya etalase teknologi otomotif terbaru, tetapi juga katalisator kolaborasi strategis antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung GIIAS 2025, khususnya para produsen yang memperkenalkan kendaraan ramah lingkungan seperti eXtended Electric Vehicle (xEV), sebagai bagian dari komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense