BREAKING NEWS
 

Pertamina Dan PLN Teken MoU

2 BUMN Raksasa Sinergi Garap Potensi Panas Bumi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 9 Agustus 2025 07:05 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan P Roeslani (tengah) menyaksikan proses penandatangan kerjasama strategis antara Pertamina dan PLN. (Foto: Dok. PLN)

 Sebelumnya 
Darmo menekankan, kolaborasi dengan Pertamina dan Per­tamina Geothermal Energy (PGE), yang difasilitasi oleh Danantara Indonesia menjadi wujud nyata sinergi antar-lembaga, untuk mempercepat proyek pembangkitan rendah karbon. Sekaligus memasti­kan ketahanan pasokan energi nasional.

Tak hanya itu, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Man­tiri menambahkan, Pertamina melalui PGE, berkomitmen mem­perluas pemanfaatan sumber daya panas bumi sebagai tulang punggung energi bersih Indonesia.

”Melalui kerja sama ini, kami menjajaki skema kolaboratif yang memungkinkan optimalisasi potensi wilayah kerja panas bumi secara terukur dan pro­gresif,” jelasnya.

Bersama PLN dan Danantara, imbuh Simon, Pertamina siap mempercepat realisasi proyek strategis yang memberikan kon­tribusi langsung pada target transisi energi nasional dan peningkatan bauran EBT.

Baca juga : RI-Selandia Baru Patok Transaksi Rp 58 Triliun

Diketahui, kerja sama ini merupakan kolaborasi antara PLN melalui PT PLN Indonesia Power (PLN IP) dan Pertamina melalui PGE.

Ruang lingkup kemitraan mencakup penyusunan skema kerja sama dalam pemanfaatan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), penyelarasan dan per­cepatan implementasi proyek, pelaksanaan studi kelayakan teknis dan komersial. Serta pem­bentukan Tim Kerja Bersama dan Joint Committee sebagai forum koordinasi pelaksanaan.

Secara keseluruhan, total kapasitas proyek dan potensi kapasitas yang tercakup dalam kemitraan ini mencapai 530 MW.

Dan terdiri atas 19 proyek panas bumi yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Adapun rinciannya, 7 proyek brown field dengan kapa­sitas 230 MW, 8 proyek yellow field dengan potensi 175 MW, dan 4 proyek green field dengan potensi 125 MW.

Baca juga : Gubernur Diingatkan Rekrut Warga Sendiri

Terpisah, Pengamat ekonomi dan energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, potensi pengem­bangan energi panas bumi (geo­thermal) sebagai sumber EBT di Indonesia, memang sangat besar.

Karena itu dia menyambut baik, bila PLN dan Pertamina tu­rut menggarap potensi tersebut.

“Kedua BUMN ini punya sum­ber daya dan kemampuan yang mumpuni, sehingga diharapkan pengelolaannya akan baik dan optimal,” kata Fahmy kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Fahmy menjelaskan, ener­gi panas bumi bukan sekadar sumber energi, melainkan juga merupakan upaya untuk men­jaga bumi tetap cerdas dan berkelanjutan.

Baca juga : Dahlia Poland, Sudah 2 Bulan Pisah Ranjang

Pasalnya, Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, dengan kapasitas terpasang saat ini mencapai 2,8 giga­watt (GW). Yakni, terbesar kedua setelah Amerika Serikat yang mencapai 3,9 GW. Semen­tara Pemerintah, menargetkan kapasitas panas bumi Indonesia mencapai 7,2 GW pada 2030.

“Pengembangan ini sejalan dengan Asta Cita keenam, yakni mewujudkan kemandirian eko­nomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis dalam negeri,” ucapnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense