BREAKING NEWS
 

Dari Nikel hingga Nuklir, ESDM Siapkan Peta Jalan Energi 2060

Reporter & Editor :
FAZRY
Senin, 11 Agustus 2025 05:58 WIB
Ilustrasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah tantangan global dan tekanan ekonomi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tak kenal lelah menyusun langkah strategis untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM Hariyanto membeberkan bagaimana strategi swasembada energi menjadi kunci, agar Indonesia bisa mandiri dan berdaulat di bidang energi.

“Saat ini, tantangan kita masih banyak. Penyediaan energi yang merata di daerah terpencil dan pulau-pulau kecil, hingga mengurangi dominasi konsumsi energi fosil,” ujarnya saat berbicara di acara Energy and Mining Editor Society (E2S) Retreat 2025, Sabtu (9/8/2025) di Bogor.

Meski begitu, capaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang baru mencapai 14,6 persen pada 2024 menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Target ambisius pun sudah di depan mata: 23 persen (bauran EBT) pada 2025 dan Net Zero Emission pada 2060. “Ini komitmen yang kami pegang untuk masa depan Indonesia yang lebih hijau,” ujarnya.

Baca juga : Danantara Bikin Aturan Ketat Soal Tantiem

Tak bisa dipungkiri, beban subsidi energi yang besar menjadi salah satu rintangan utama. Tahun depan, subsidi dipatok sebesar Rp 197,75 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya.

Selain itu, Indonesia masih harus mengimpor minyak dalam jumlah besar, mencapai 313 juta barel pada 2024. Terdiri dari 112 juta barel minyak mentah dan 201 juta barel Bahan Bakar Minyak (BBM). Nilai devisa negara yang hilang akibat impor tersebut diperkirakan mencapai Rp 523 triliun.

Menjawab tantangan ini, Kementerian ESDM mengambil berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah reaktivasi 4.495 sumur minyak yang sempat menganggur. Dan memperluas eksplorasi di wilayah Indonesia Timur.

Adsense

Teknologi mutakhir seperti fracking dan enhanced oil recovery juga diterapkan untuk meningkatkan produksi. Kementerian ESDM pun menargetkan produksi minyak nasional mencapai satu juta barel per hari pada 2030.

Di sektor gas, pembangunan pipa transmisi Cisem sepanjang 325 kilometer dan Dusem sepanjang 555 kilometer menjadi prioritas untuk mengalirkan pasokan dari Aceh sampai Jawa. Proyek ini diharapkan mampu menekan impor LPG bersubsidi dan memperluas akses jaringan gas rumah tangga.

Baca juga : Di Hari Sungai Nasional, PPLI Lakukan Aksi Dan Inovasi

Program konversi LPG ke jaringan gas juga dirancang untuk menghemat subsidi hingga Rp 630 miliar per tahun, serta mengurangi devisa impor LPG lebih dari Rp 1 triliun.

Selain minyak dan gas, pengembangan EBT mendapat perhatian serius. Rencana penambahan kapasitas hingga 42,6 gigawatt pada 2034 mencakup tenaga surya, hidro, angin, panas bumi, bioenergi, dan nuklir.

Kebijakan moratorium pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap baru dan pengurangan bertahap pembangkit berbasis batu bara sesuai Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 memperkuat komitmen ini.

Tak kalah penting, hilirisasi mineral menjadi pilar strategis untuk menambah nilai tambah dan daya saing industri dalam negeri. Nikel, sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik, mencatat lonjakan ekspor dari 3,3 miliar dolar Amerika Serikat pada 2017 menjadi 33,9 miliar dolar Amerika Serikat pada 2024.

“Nikel adalah pasar masa depan. Potensi pasar global baterai kendaraan listrik diperkirakan mencapai 500 miliar dolar Amerika Serikat pada 2030,” ujar Hariyanto.

Baca juga : Kapolri Pantau Titik Api Via Udara, Cek Kesiapan Penanganan Karhutla Di Riau

Hilirisasi juga diterapkan pada bauksit, tembaga, timah, emas, dan batubara untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan penerimaan negara.

Hariyanto menegaskan bahwa keberhasilan swasembada energi hanya bisa dicapai lewat sinergi antar-pihak: pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Kami ingin membangun sistem energi yang berdaulat, berkelanjutan, dan berkeadilan. Ini adalah perjuangan bersama demi masa depan Indonesia,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense