BREAKING NEWS
 

IDSurvey Siap Jadi Mitra Strategis Bisnis Hijau Di Indonesia

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 11 September 2025 09:44 WIB
Direktur Utama PT IDSurvey Arisudono Soerono memaparkan komitmen perusahaan mendukung transformasi bisnis hijau lewat sertifikasi, inovasi, dan pendampingan usaha. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT IDSurvey (Persero) menegaskan siap mendampingi perusahaan di Indonesia menjalankan praktik bisnis hijau. Komitmen ini ditegaskan melalui layanan sertifikasi, inovasi teknologi, dan pendampingan transformasi hijau.

PT IDSurvey (Persero) memperkuat peran sebagai mitra strategis dunia usaha dalam menerapkan praktik bisnis hijau. Perusahaan pelat merah ini mengklaim memiliki jaringan 87 laboratorium, 144 cabang operasional, 12 layanan internasional, serta lebih dari 140 jenis layanan sertifikasi.

Direktur Utama PT IDSurvey Arisudono Soerono menyebut langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan pelaku usaha. 

“Kami adalah jembatan antara standar keberlanjutan dan dunia usaha,” katanya dalam forum Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 di Jakarta, dikutip Kamis (11/9/2025).

Menurut Arisudono, banyak bisnis ingin bertransformasi hijau tetapi tidak tahu bagaimana memulainya. “Di sinilah IDSurvey hadir sebagai enabler green business,” ujarnya.

Baca juga : Keputusan Prabowo Hadiri Victory Day China Strategis untuk Stabilitas dan Diplomasi

IDSurvey membangun tiga pilar utama untuk green business. Pertama, dekarbonisasi agar perusahaan mampu menurunkan emisi dan mengelola karbon. Kedua, eco-framework yang menekankan efisiensi sumber daya sekaligus kepatuhan lingkungan. Ketiga, ESG dan sustainability sebagai panduan keberlanjutan jangka panjang.

Dengan tiga pilar tersebut, IDSurvey mendampingi klien menuju transformasi hijau yang lebih terukur. Pendekatan ini diklaim tidak berhenti pada sertifikasi semata, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah digitalisasi data laboratorium. Hasil pengujian yang semula berupa angka diubah menjadi data digital, lalu dipadukan dengan peta polusi berbasis satelit. Sistem ini memungkinkan deteksi dini, peringatan cepat, serta kendali emisi berbasis sains.

Adsense

Sejumlah proyek berhasil diwujudkan. Salah satunya, pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau POME menjadi biogas untuk co-firing. Proyek tersebut menghasilkan 33,7 ribu ton CO₂e carbon credit melalui IDXCarbon.

Contoh lain adalah pendampingan perusahaan manufaktur yang belum memiliki perhitungan jejak karbon. Dengan bimbingan IDSurvey, perusahaan itu mampu melakukan carbon footprint assessment, menekan konsumsi energi, hingga mendapat akses pasar global.

Baca juga : Dirut BRI Hery Gunardi Beberkan Strategi Sukses Tingkatkan Dana Murah

Arisudono menyebut perubahan iklim kini nyata dan tidak bisa diabaikan. “Kami sedang berada di titik balik sejarah. Di IDSurvey, kami memilih menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Menurut dia, gelombang panas, banjir, hingga kekeringan yang melanda dunia merupakan bukti krisis iklim. “Perubahan iklim bukan hanya isu global. Ini tentang udara yang kita hirup dan tanah tempat kita berpijak,” ujarnya.

Ia menilai green business bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan mendesak. Perusahaan menjadi pengguna sekaligus penghasil emisi, namun juga memiliki sumber daya untuk melakukan perubahan. “Green business bukan lagi pilihan, tapi tanggung jawab sekaligus peluang,” kata Arisudono.

Dalam praktiknya, green business mencakup banyak sektor. Tata kelola perusahaan bisa dijalankan dengan prinsip transparansi melalui ESG. Pengelolaan limbah dapat diarahkan pada konsep waste-to-energy yang menghasilkan energi baru.

Sektor logistik juga dapat bertransformasi melalui konsep green and smart port. Pada pembangunan fisik, konsep green building bisa diterapkan untuk menghemat energi. Dari sisi produk, kehadiran eco-label menjadi tanda barang yang ramah lingkungan.

Baca juga : Napoli Perkasa Karena Belanja Di Inggris

Tidak berhenti di situ, sektor pariwisata pun dapat mengambil peran melalui eco-tourism. Konsep ini sekaligus menjaga alam dan memberdayakan masyarakat sekitar. Di saat yang sama, ekonomi sirkular memastikan sumber daya digunakan berulang tanpa terbuang.

Untuk menopang itu semua, sustainable financing atau pembiayaan berkelanjutan menjadi fondasi. Skema ini memberi jalan agar proyek hijau dapat terus berjalan tanpa terhenti di tengah jalan.

Arisudono mengajak keterlibatan kolektif. “Mari bersama, kita bangun Indonesia yang tidak hanya maju, tapi juga berkelanjutan,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense