RM.id Rakyat Merdeka -
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai delapan persen sebagai bagian dari strategi menuju visi Indonesia Emas 2045. Salah satu motor penggerak yang diandalkan pemerintah adalah pembangunan infrastruktur, yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja, membuka akses ekonomi, serta mempercepat pemerataan pembangunan.
Namun, untuk merealisasikan pembangunan tersebut dibutuhkan sejumlah instrumen pendukung, antara lain kontrak tambahan berupa garansi bank dan surety bond. Instrumen ini berfungsi memberikan jaminan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan penyedia jasa atau kontraktor.
Menyoroti hal itu, Kepala Kantor Wilayah Jawa Timur PT Jasa Raharja Putera, Henry Darmawan, menyelenggarakan diskusi bertajuk “Peran Surety Bond dalam Pembangunan Ekonomi Nasional” di Surabaya, Senin (29/9). Forum tersebut membahas berbagai kendala dalam implementasi surety bond sekaligus mencari jalan keluar atas permasalahan yang ada.
“Kontraktor membutuhkan jaminan yakni surety bond agar tidak selalu dalam posisi dirugikan. Selama ini mereka harus membayar dua kali, ke bank dan ke asuransi, sementara bank sendiri tidak mampu melakukannya,” kata Henry.
Ia memaparkan, kebutuhan jaminan nasional mencapai Rp200 triliun, sedangkan kapasitas yang ada baru Rp50 triliun. “Selisih Rp150 triliun ini siapa yang bertanggung jawab terhadap nilai jaminan tersebut? Di sinilah pentingnya peran asuransi dan penjamin,” ujarnya.
Henry juga menyoroti kesalahan dalam menafsirkan istilah unconditional untuk pencairan jaminan. Menurutnya, surety bond merupakan kontrak tambahan yang semestinya baru berlaku setelah ada putusan pengadilan.
“Jika kontraktor wanprestasi maka surety berhak dicairkan. Namun bila ada sengketa di antara para pihak, maka harus diselesaikan di pengadilan terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah memberi perhatian agar peran surety bond dapat optimal. “Biarkan masyarakat memilih apakah melalui perbankan, asuransi, atau penjamin. Yang penting peran dan fungsi masing-masing industri tetap dijaga,” paparnya.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, yang turut hadir, menekankan pentingnya asuransi dalam meningkatkan kepercayaan perusahaan karena memberikan perlindungan risiko.
“Asuransi bukan hanya sekadar pelindung finansial, tetapi juga alat branding yang memperkuat kredibilitas. Saya mendengarkan keluhan, ide, dan jalan keluar untuk nanti saya sampaikan kepada Presiden,” kata Ridha.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.