BREAKING NEWS
 

Meninggal Saat Bela Bangsa, Naufal Dapat Santuan BPJS Ketenagakerjaan Rp 268 Juta

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 5 Oktober 2025 12:15 WIB
Penyerahan santunan kepada keluarga atlet nasional gimnastik, Naufal Takdir Al Bari (Foto: Dok. BPJS Ketenagakerjaan)

RM.id  Rakyat Merdeka - BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) atas meninggalnya atlet nasional gimnastik, Naufal Takdir Al Bari (19 tahun). Naufal meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat menjalani pemusatan latihan di The Palace of Sport Training Center Burtasy, Rusia. 

Insiden nahas itu terjadi pada Sabtu (13/9/2025). Naufal sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit GA Zakharyin selama 12 hari. Dia mengembuskan napas terakhir pada Kamis (25/9/2025) waktu setempat.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Deny Yusyulian, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kepergian Naufal. “Kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya Naufal Takdir Al Bari,” ujar Deny. 

Deny menuturkan, Naufal bersama empat atlet gimnastik putra Indonesia dan dua pelatih berada di Rusia sejak 1 September 2025 dalam program training camp yang didukung oleh Pemusatan Pelatihan Olahraga Nasional Kemenpora. Saat berlatih pada 13 September, Naufal mengalami insiden kecelakaan yang menyebabkan cedera. “Sejak kejadian cedera, ia dirawat intensif, namun akhirnya meninggal dunia pada 25 September,” jelas Deny.

Sebagai bentuk perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga Naufal Takdir Al Bari yang diwakili Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati dengan total manfaat Rp 268.493.510. Rinciannya meliputi santunan kematian sebesar Rp 243.312.000, biaya pemakaman Rp 10.000.000, santunan berkala Rp 12.000.000, dan Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 3.181.510. 

Baca juga : Kemendukbangga Luncurkan Akademi Keluarga, Siswa Dapat Tabungan Rp600 Ribu

Penyerahan santunan secara simbolis berlangsung Kamis (2/10/2025) di Human Remains Transit Lounge Bandara Soekarno-Hatta, bertepatan dengan pelepasan jenazah dari KBRI Moscow kepada Ketua Umum KONI Pusat. Hadir dalam acara tersebut Wakil Kepala Wilayah Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Tri Pambudi Santoso, Ketua KONI Letjen TNI Purn Marciano Norman, Sekjen Kemenpora Dr Gunawan Suswantoro, serta Presiden Federation Internationale De Gymnastique (FIG) Morinari Watanabe.

Deny mengapresiasi langkah PB Persani yang telah mendaftarkan atlet binaannya ke dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, perlindungan program Jamsostek untuk insan olahragawan sangat penting. “Kami bersyukur para pihak seperti Kemenpora dan KONI turut memastikan seluruh atlet dan pelatih terlindungi sepanjang masa karier mereka,” ujar Deny.

Ia menambahkan, idealnya seluruh atlet mengikuti empat program lengkap, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). “Namun, untuk awal, dua program dasar yaitu JKK dan JKM sudah cukup memberikan perlindungan penting,” kata Deny.

Adsense

Menurut Deny, profesi atlet termasuk pekerjaan berisiko tinggi dan rentan terhadap cedera bahkan sampai meninggal dunia seperti risiko yang menimpa Naufal Al Bari. Sedangkan banyak kasus menunjukkan atlet kehilangan kesempatan berkarier karena tidak memiliki perlindungan memadai. “Kami tidak ingin ada lagi atlet yang harus pensiun dini hanya karena tak mendapat penanganan cedera yang layak,” ungkap Deny.

Deny menambahkan, selain manfaat santunan, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan hak berupa Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100 persen upah selama 12 bulan pertama dan 50 persen di bulan berikutnya hingga pulih. “Untuk kematian bukan akibat kecelakaan kerja pun, diberikan santunan kematian sebesar Rp 42 juta,” sebut Deny.

Baca juga : Beli Sarung Tangan Ke Fans Usai Balapan, Jack Miller Kena Denda Rp 38 Juta

Tak hanya itu, anak peserta yang meninggal atau mengalami cacat total juga berhak atas beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi dengan total manfaat Rp 174 juta untuk dua anak. “Ini bukti nyata negara hadir dan peduli kepada atlet yang telah mengharumkan nama bangsa,” ujar Deny.

Dengan adanya perlindungan ini, Deny berharap para atlet dapat lebih fokus mengejar prestasi tanpa dibebani kekhawatiran risiko sosial ekonomi. “Kami ingin memastikan setiap atlet Indonesia terlindungi, sehingga mereka bisa berjuang dengan tenang demi mengharumkan nama bangsa,” ucapnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Pluit Tetty Widayantie ikut menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Naufal Takdir Al Bari. Ia mengatakan, kepergian Naufal bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga nasional.

“Naufal berpulang saat menjalankan tugas mulia membela nama bangsa, dan negara hadir memberikan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Tetty.

Lebih lanjut, Tetty menegaskan santunan yang diserahkan kepada keluarga almarhum merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi para atlet. Total manfaat yang diberikan sebesar Rp 268.493.510, terdiri atas santunan kematian, biaya pemakaman, santunan berkala, serta Jaminan Hari Tua. “Santunan ini merupakan hak peserta dan wujud tanggung jawab negara dalam memberikan jaminan bagi seluruh pekerja, termasuk atlet nasional,” tutur Tetty.

Baca juga : Menko Pangan Perketat Pengawasan Gula Rafinasi, Percepat Serapan Gula Petani

Menurut Tetty, profesi atlet memiliki risiko tinggi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, baik saat latihan maupun bertanding. Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi hal yang sangat penting. Ia mengimbau agar seluruh atlet, pelatih, dan tenaga pendukung olahraga dipastikan telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. “Kami tidak ingin ada lagi atlet yang harus kehilangan kariernya hanya karena tidak memiliki perlindungan saat mengalami risiko kerja,” jelas Tetty.

Tetty berharap, dengan adanya perlindungan menyeluruh dari BPJS Ketenagakerjaan, para atlet Indonesia dapat berfokus penuh untuk meraih prestasi tanpa rasa cemas terhadap risiko sosial ekonomi. “Kami ingin para atlet dapat berjuang dengan tenang dan bangga, karena mereka tahu negara hadir melindungi mereka dan keluarganya,” tegas Tetty.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense