BREAKING NEWS
 

Perdagangan RI Surplus Rp 531 T Di Tengah Perang Tarif

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 14 Oktober 2025 15:01 WIB
Foto: NOV/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga September 2025, neraca perdagangan nasional mencatat surplus kumulatif sebesar 32 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 531 triliun.

Capaian tersebut meningkat 45,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 368,3 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan ekspor dan pengendalian impor yang relatif terjaga.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, ekspor kumulatif Januari–September 2025 mencapai 208,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.466,1 triliun, naik 7,7 persen dibanding tahun lalu yang senilai 194 miliar dolar AS atau Rp 3.215,0 triliun.

Baca juga : Kawasan Industri Serap Investasi Rp 6.700 T Dan 2,3 Juta Tenaga Kerja

Sementara itu, impor meningkat terbatas sebesar 2,8 persen menjadi 176,6 miliar dolar AS atau Rp 2.929,7 triliun, dari sebelumnya 171,8 miliar dolar AS atau Rp 2.851,0 triliun.

"Ketahanan perdagangan Indonesia mencerminkan efektivitas strategi hilirisasi dan diversifikasi pasar ekspor yang terus diperluas oleh Pemerintah," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Ia menambahkan, surplus neraca perdagangan non migas menjadi faktor utama penopang kinerja ekspor nasional di tengah masih adanya defisit pada neraca migas.

Adsense

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, ekspor non migas mencapai 198,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.298,8 triliun, naik dari 183,2 miliar dolar AS atau Rp 3.042,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga : Purbaya Kumpulkan 7 T Dari Pengemplang Pajak

Adapun ekspor migas tercatat 10 miliar dolar AS atau Rp 165,9 triliun, sedikit menurun dari 11,7 miliar dolar AS atau Rp 194,1 triliun pada tahun lalu.

Purbaya menyebut, pasar utama tujuan ekspor Indonesia masih didominasi oleh Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.

Ekspor ke China tumbuh 9,5 persen secara tahunan, sementara ke Amerika Serikat turun 1 persen dan ke Jepang menurun 12,9 persen.

"Ini menjadi sinyal bagi kita untuk memperkuat akses ke negara mitra baru dan memperluas jaringan perdagangan regional,” tuturnya.

Baca juga : Persija Dihadang Dua Tuan Rumah: Persebaya Dan Madura United

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong perluasan kerja sama dagang bilateral dan multilateral guna menjaga momentum ekspor di tengah dinamika geopolitik dan kebijakan tarif global.

Hingga September 2025, surplus perdagangan Indonesia tercatat berlanjut selama 64 bulan berturut-turut.  Pada September nilai surplusnya sebesar 3,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 53,1 triliun.

Pemerintah optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring menguatnya ekspor produk hilirisasi industri dan sektor pertanian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense