Dark/Light Mode

BI Pastikan Stabilitas Rupiah Di Tengah Gejolak Dalam Negeri

Senin, 1 September 2025 17:54 WIB
Foto: Dok. Bank Indonesia (BI)
Foto: Dok. Bank Indonesia (BI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memastikan untuk terus berada di pasar, menjaga stabilitas nilai tukar dan kecukupan likuiditas rupiah di tengah situasi sosial-politik di dalam negeri saat ini.

“BI berada di pasar untuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai nilai fundamentalnya, melalui mekanisme pasar yang berjalan dengan baik,” ungkap Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangan resmi, Senin (1/9/2025).

Baca juga : Wali Kota Bekasi Duduk Bareng Massa Aksi, Serap Aspirasi Di Tengah Jalan

Dia melanjutkan, dalam kaitan ini, BI terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi. Termasuk, intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder.

“BI juga menjaga kecukupan likuiditas rupiah dengan membuka akses likuiditas kepada perbankan melalui transaksi repo, transaksi fx swap dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta lending/financing facility,” pungkasnya.

Baca juga : Menhan Pastikan Aparat Tindak Tegas Perusak Fasilitas Umum Dan Pelaku Penjarahan

Diketahui, nilai tukar rupiah dibuka menguat pada awal pekan ini. Senin pagi (1/9/2025), rupiah berada di level Rp 16.466 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (29/8/2025) yang berada di Rp 16.500 per dolar AS.

Sementara, berdasarkan data transaksi 25-28 Agustus 2025, non-residen tercatat jual neto sebesar Rp0,25 triliun, terdiri dari jual neto di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 10,79 triliun, serta beli neto sebesar Rp 2,62 triliun di pasar saham dan Rp 7,93 triliun di pasar SBN.

Baca juga : DPR Bakal Cabut Tunjangan dan Tunda Kunjungan Luar Negeri

Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai dengan 28 Agustus 2025, non-residen tercatat jual neto sebesar Rp 48,01 triliun di pasar saham dan Rp 94,28 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 76,44 triliun di pasar SBN.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.