BREAKING NEWS
 

Satu Tahun Prabowo-Gibran, Pertamina Layani Energi Ke Pelosok Negeri

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 20 Oktober 2025 10:42 WIB
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) terus mengemban amanah melayani kebutuhan energi nasional dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Komitmen ini menjadi bagian dari dukungan terhadap misi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam membangun dari desa dan bawah demi pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

Sebagai BUMN energi, Pertamina menjalankan penugasan pemerintah untuk menyediakan energi secara adil dan merata, dari kota hingga desa, dari ibu kota hingga pelosok Nusantara.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa tekad Pertamina dalam melayani energi negeri tidak pernah surut, meski menghadapi tantangan geografis Indonesia yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan 83 ribu desa serta kelurahan.

“Distribusi energi di Indonesia dikenal sebagai yang terumit di dunia. Namun, Pertamina selalu setia menyalurkan energi kepada seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada,” ujar Simon.

Baca juga : Purbaya dan Teddy, 2 Menteri yang Unik

Simon menambahkan, Pertamina terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung penyedia infrastruktur energi nasional agar distribusi energi lebih mudah diakses dengan harga terjangkau.

Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah melalui Program BBM Satu Harga, yang memastikan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memperoleh energi dengan harga sama seperti di daerah lain. Dalam satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Pertamina telah membangun dan mengoperasikan 40 lembaga penyalur BBM Satu Harga di empat klaster: Maluku–Papua (14 titik), Sulawesi–Nusa Tenggara (12 titik), Kalimantan (7 titik), dan Sumatera (7 titik). Kini, total lembaga penyalur mencapai 573 titik dari 15.345 titik distribusi BBM di seluruh Indonesia.

Adsense

Pertamina juga memperluas akses energi melalui program One Village One Outlet (OVOO) yang menghadirkan LPG subsidi ke wilayah pelosok. Hingga kini, terdapat 269.096 pangkalan LPG di 38 provinsi. Dalam satu tahun terakhir, Pertamina juga telah meningkatkan status 370 ribu pengecer LPG 3 kg menjadi subpangkalan, memperkuat distribusi hingga tingkat RW dan RT.

“Pertamina mendistribusikan BBM dan LPG dengan memanfaatkan berbagai moda transportasi — darat, laut, dan udara. Ketersediaan energi menjadi faktor utama penggerak ekonomi masyarakat, terutama di wilayah 3T,” tegas Simon.

Baca juga : 15 RSUD Naik Kelas, Siap Layani 7 Spesialis Dasar

Jejak pelayanan ini membuktikan bahwa Pertamina tidak hanya beroperasi di kota besar atau berorientasi pada keuntungan, melainkan juga mengabdi bagi kemajuan bangsa. Saat ini, Pertamina mengoperasikan 6.000 armada mobil tangki serta 476 kapal tanker dan kapal pendukung untuk mendistribusikan BBM dan LPG.

Dalam setahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Pertamina juga memperkuat armada distribusi energi nasional dengan 10 kapal tanker baru, termasuk empat kapal gas raksasa ramah lingkungan bertipe Very Large Gas Carrier (VLGC)— Pertamina Gas Caspia, Pertamina Gas Dahlia, Pertamina Gas Tulip, dan Pertamina Gas Bergenia — serta enam kapal tanker BBM dan minyak mentah.

Di sisi hilir, Pertamina terus meningkatkan keandalan infrastruktur pengolahan dengan pembangunan dua tangki minyak mentah raksasa di Lawe-Lawe, masing-masing berkapasitas satu juta barel — terbesar di Asia Tenggara. Tangki tersebut merupakan bagian dari proyek RDMP Balikpapan, yang akan meningkatkan kapasitas kilang menjadi 360 ribu barel per hari. Unit utama proyek RDMP Balikpapan, RFCC, ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini.

Pertamina juga menambah empat unit tangki baru di Kilang Balongan dengan kapasitas masing-masing 29 ribu meter kubik, memperkuat kapasitas penyimpanan BBM nasional. Selain itu, pembangunan pipa minyak sepanjang 96 kmyang menghubungkan Kilang Balongan dengan Terminal BBM Plumpang akan menyalurkan sekitar 4,6 juta kiloliter BBM per tahun, menjamin pasokan untuk wilayah Jawa Barat dan Jakarta yang menyerap 30 persen konsumsi nasional.

Baca juga : Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Berdikari di Sektor Pangan dan Energi

“Kehadiran infrastruktur energi sangat strategis untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi nasional, sebagaimana tertuang dalam Asta CitaPemerintahan Prabowo–Gibran,” pungkas Simon.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina juga berkomitmen mendukung target net zero emission 2060 dengan menjalankan program-program berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense