Dark/Light Mode

Kemenag Perkuat Kolaborasi

Madrasah dan Pesantren Harus Jadi Ruang Aman bagi Anak

Selasa, 4 Agustus 2026 16:18 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (Foto: Dok. Kemenag)
Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat pelindungan anak di madrasah dan pondok pesantren melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan, pencegahan kekerasan, serta penguatan karakter peserta didik. Madrasah dan pesantren harus jadi ruang aman bagi anak. 

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menerima aspirasi Suara Anak Indonesia 2026 yang difasilitasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menag menyampaikan apresiasi atas keberanian anak-anak dalam menyuarakan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan pendidikan. “Saya bangga kepada anak-anakku sekalian. Kalian menyampaikan aspirasi dengan terbuka, santun, dan penuh tanggung jawab. Ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kepedulian besar terhadap masa depan pendidikan dan perlindungan anak,” ujar Menag, seperti dimuat di laman kemenag.go.id.

Dalam forum tersebut, anak-anak menyampaikan sejumlah masukan terkait perlindungan di pondok pesantren dan asrama, pencegahan perundungan, pemerataan sarana prasarana, penyaluran bantuan pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, serta penguatan literasi digital.

Baca juga : Cara Muhammadiyah Tingkatkan Kualitas dan Lulusan Pesantren

Kemenag saat ini membina sekitar 84 ribu madrasah dan 42 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia. Sekitar 95 persen madrasah berstatus swasta, sedangkan seluruh pondok pesantren dikelola masyarakat.

“Kita harus melihat kondisi ini secara utuh. Banyak madrasah dan pesantren dibangun secara mandiri oleh masyarakat. Para kiai dan pengelolanya berjuang dengan segala keterbatasan agar anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan,” jelas Menag.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak boleh mengurangi perhatian terhadap perlindungan anak maupun kualitas layanan pendidikan. Terkait fasilitas, pencegahan perundungan, perlindungan anak, maupun bantuan pendidikan, Pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan sesuai kemampuan dan anggaran yang tersedia.

“Kami juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar layanan pendidikan keagamaan semakin baik,” terang Menag. "Madrasah dan pesantren harus jadi ruang aman bagi anak," lanjutnya.

Baca juga : Komisi VIII Sarankan Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

Ia lalu mengajak masyarakat melihat pesantren secara proporsional dan tidak melakukan generalisasi atas kasus yang dilakukan oknum. Jangan sampai kerja keras para kiai dan pengajar yang selama ini mendidik anak-anak dengan penuh keikhlasan tertutupi oleh kasus yang dilakukan oknum. “Mayoritas pesantren justru menjadi tempat lahirnya generasi yang berakhlak, berkarakter, dan berprestasi,” terang Menag.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini menambahkan, keunggulan madrasah dan pesantren tidak hanya terletak pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kecerdasan emosional, spiritual, dan akhlak peserta didik. “Inilah yang terus kita jaga agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berilmu sekaligus berintegritas,” tandasnya.

Di acara yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menjelaskan, aspirasi tersebut merupakan hasil proses partisipatif selama satu bulan, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

“Kami tidak hanya ingin mendengar suara anak, tetapi menjadikannya bagian dari proses pembangunan. Karena itu, hasil Suara Anak Indonesia kami bawa langsung ke berbagai kementerian agar menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan,” ujar Arifah.

Baca juga : Kemenag Kawal Percepatan Izin GPT Kristus Jawaban Medan

Menurutnya, suara anak perlu dipandang sebagai masukan substantif dalam memperbaiki layanan negara. Ia juga mengajak anak-anak menjadi agen perubahan dengan menyampaikan informasi yang utuh dan ikut menjaga lingkungan pendidikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.