BREAKING NEWS
 

Lewati Krisis Global Dan Perkuat Diplomasi

Airlangga Pede Ekonomi Indonesia Makin Moncer

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Senin, 1 Desember 2025 06:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memaparkan capaian positif ekonomi Indonesia di dalam acara Closed-Door Dialogue: C-Suite Forum, bagian dari Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 yang digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama UOB Indonesia di Jakarta, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja perekonomian Indonesia terbukti terjaga dengan baik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah optimistis, pada tahun kedua Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ekonomi akan lebih moncer. Apalagi, diplomasi ekonomi akan terus diperkuat.

Optimisme itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di hadapan para pemimpin bisnis, ekonom, dan korps diplomatik, dalam acara Closed-Door Dialogue: C-Suite Forum, bagian dari Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 di Jakarta, Sabtu (29/11/2025). 

“Sudah 7 tahun ekonomi kita tumbuh di kisaran 5 persen atau total sudah tumbuh 35 persen dalam 7 tahun, di tengah ketidakpastian global dan berbagai krisis yang sudah kita lalui. Termasuk perang tarif,” ujar Menko Airlangga. 

Pemerintah mengklaim telah mengantisipasi berbagai tekanan ekonomi global sepanjang 2025. Stabilitas makro tetap terjaga, ditandai dengan kepercayaan konsumen yang membaik, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur yang ekspansif, serta penguatan pasar keuangan. 

Nilai tukar dan inflasi berada dalam rentang terkendali, sementara realisasi investasi telah menembus angka Rp 1.400 triliun, mendekati target Rp 1.900 triliun hingga akhir tahun. 

Baca juga : Harga Emas Berpotensi Tembus Rp 2,7 Juta/Gram

Airlangga menegaskan, berbagai faktor ketidakpastian dan tantangan yang berat sudah berhasil dilewati oleh Indonesia pada 2025. 

“Karena itu outlook 2026 lebih optimistis, dan kita berharap pertumbuhan di atas 5,4 persen. Tidak ada risiko yang seberat perang Ukraina, Gaza, Covid-19, maupun perang tarif. Semua kondisi berat itu sudah dilewati Indonesia,” ungkap mantan Menteri Perindustrian itu. 

Pemerintah juga terus memperkuat diplomasi ekonomi, termasuk melalui kesepakatan tarif 19 persen dengan Amerika Serikat, proses aksesi CPTPP (Comprehensive and Pro gressive Agreement for Trans-Pacific Partnership) ke anggotaan penuh dalam BRICS+, (Brazil, Russia, India, China, South Africa), serta kemajuan signifikan dalam proses aksesi OECD (Organisation for Econo mic Co-operation and Development). 

Adsense

“Pemerintah menekankan pentingnya percepatan reformasi struktural melalui deregulasi dan kemudahan perizinan,” ujar Airlangga. 

Di sektor reformasi, mekanisme service level agreement telah diterapkan dalam proses perizinan, dan Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) terus diperkuat untuk mengatasi masalah bottleneck lintas kementerian. 

Baca juga : Lingkungan Lebih Bersih, Biaya Hidup Lebih Hemat

Selain itu, Pemerintah menaruh perhatian besar pada agenda energi hijau, termasuk pengembangan Green Super Grid, Carbon Capture and Storage (CCS/CCUS), dan perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis desa. 

“Sekaligus memastikan agenda transformasi ekonomi berjalan efektif dan memberi manfaat luas bagi dunia usaha,” pungkasnya. 

Jaga Optimisme Konsumen 

Meskipun optimisme Pemerintah meninggi, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyarankan Pemerintah tetap terus memperkuat fondasi ekonomi. 

Dia memproyeksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 hanya mencapai sekitar 5,1 persen. 

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan hanya mencapai sekitar 5,1 persen, dengan dorongan utama di kuartal IV berasal dari pengeluaran Pemerintah,” kata Huda kepada Rakyat Merdeka, Minggu (30/11/2025). 

Baca juga : Geledah Perusahaan Penggarap Monumen Reog, KPK Sita Senjata Api

Menurut Huda, kunci untuk memastikan laju pertumbuhan tetap terjaga dan mencapai target Pemerintah di 2026, yakni fondasi ekonomi harus lebih kuat. 

“Itu bisa direalisasikan dengan fondasi yang lebih kuat. Kepastian regulasi dan pemerataan realisasi investasi sepanjang tahun juga penting, untuk menjaga daya dorong pertumbuhan di tahun berikutnya,” ujar Huda. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense