Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cerita Gubernur Mualem: “Aceh Seakan Alami Tsunami Kedua”
Minggu, 30 November 2025 07:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang biasa disapa Mualem tak bisa menyembunyikan kesedihannya melihat banjir dan longsor meluluhlantakkan 18 kabupaten/kota di Tanah Rencong. Bencana kali ini, katanya, seperti mengulang tsunami di 2004 silam.
“Aceh seakan mengalami tsunami kedua,” kata Mualem saat memimpin Apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Sabtu (29/11/2025).
Dalam apel tersebut, Mualem mem beberkan strategi yang akan dilaksanakannya untuk menangani banjir dahsyat dan tanah longsor yang terjadi di Aceh. Pertama yang akan dilakukan, yakni membuka kembali akses darat yang putus agar logistik bisa segera masuk.
“Penanganan harus cepat, terukur, tanpa jeda,” ujarnya. Setiap petugas diminta paham tugas masing-masing. Ada yang fokus buka jalan, ada yang gerakkan logistik, ada yang evakuasi. Satu misi: jangan biarkan masyarakat menunggu terlalu lama.
Baca juga : Iman Zanatul Haeri: Perlindungan Guru Cenderung Lemah
Mualem menjelaskan, kondisi di sejumlah wilayah masih sangat kritis. Sejumlah desa terisolasi akibat tingginya genangan dan akses yang terputus.
“Tugas kita adalah melayani masyarakat terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” ujar politisi Gerindra itu.
Ia juga wanti-wanti agar keselamatan personel dijaga. Banyak titik rawan longsor, kondisi tanah labil, air masih tinggi.
“Tanggung jawab moral besar, tapi keselamatan petugas juga prioritas,” ujar Mualem.
Baca juga : Lalu Hardian Irfani: Prabowo Tegaskan Penting Hormati Guru
Bukan hanya Mualem yang menyamakan bencana ini dengan tsunami. Arini Amalia, warga Meureudu, Pidie Jaya, masih gemetar saat menceritakan apa yang ia lihat.
“Airnya deras, arus cepat, semua diterjang. Sudah seperti tsunami, cuma warnanya kuning keruh, bukan hitam,” kisah Arini.
Ia hanya sempat menyelamatkan diri dan neneknya. Isi rumah lenyap dalam hitungan menit.
“Ini banjir paling parah seumur hidup saya,” katanya.
Baca juga : Reformasi DJBC Tanpa Kompromi
Dalifah Rahmah, warga Bener Meriah, juga tak kuasa menahan sedih. Ia sedang berada di Banda Aceh ketika bencana menerjang kampungnya. Hingga kini, ia belum bisa menghubungi keluarga. “Jaringannya hilang-hilang. Katanya aman, tapi belum ada yang bisa ditelepon,” ungkapnya.
Video yang ia lihat membuat dadanya sesak: jalanan rata dengan air, rumah hanyut, desa terisolasi. “Kayak tsunami lagi saja,” lirihnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya