BREAKING NEWS
 

Waketum Kadin: MBG Jadi Peluang Emas bagi UMKM dan Petani Desa

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 12 Desember 2025 22:06 WIB
Pekerja menyiapkan MBG di SPPG Kebayunan, Tapos, Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan Pemerintah terbukti mendorong pergerakan ekonomi desa dan membuka peluang pasar baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peternak, dan petani lokal. Dampaknya dirasakan langsung hingga ke tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Peternakan, Cecep Muhammad Wahyudin, menegaskan bahwa program MBG membawa manfaat besar bagi pelaku usaha lokal. “Dari sebaran SPPG di seluruh Indonesia yang hingga ke tingkat pedesaan, MBG itu menggerakkan ekonomi desa dengan luar biasa,” ujar Cecep, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (12/12/2025).

Menurut Cecep, program MBG menciptakan captive market atau pasar eksklusif yang pasti bagi produsen di sekitar SPPG. Berdasarkan simulasinya, satu SPPG yang melayani rata-rata 4.000 orang per hari dengan belanja Rp 9.000 per porsi, menggerakkan uang sekitar Rp 36 juta per hari.

Baca juga : Arsari Nusa Investama Resmi Jadi Pemegang Saham Indokripto Koin Semesta

“Ini captive market untuk masyarakat. Tentunya kita tidak bisa memenuhi semua ini dari kota. Tentu kita beli melalui pemasok di sekitar SPPG,” jelasnya.

Sektor pertanian disebut menjadi yang paling merasakan lonjakan permintaan. Untuk sektor peternakan, Kadin Indonesia bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tengah mengembangkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk masuk ke industri ayam petelur dan pedaging.

Adsense

“Hari ini yang paling dibutuhkan adalah telur dan ayam. Diharapkan peternak rakyat atau peternak mandiri kembali bangkit,” kata Cecep. Ia menambahkan, “Ini kesempatan yang bisa diambil tidak hanya oleh Kopdes Merah Putih, tapi juga oleh UMKM atau generasi muda yang tertarik di industri ini.”

Baca juga : Wapres Gibran Apresiasi Gerakan Donasi Untuk Korban Bencana Sumatera

Dampak sosial program ini juga dinilai besar. Cecep menyebut SPPG membuka peluang kerja bagi warga tanpa tuntutan latar pendidikan tertentu. Relawan biasanya direkrut dari warga sekitar, mulai dari ibu-ibu hingga anak muda.

Kisah sukses datang dari Tino Rirantino, Mitra SPPG di Desa Cibuntu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia menyebut program ini benar-benar menggerakkan ekonomi lokal. “Kita memang diwajibkan Badan Gizi Nasional merekrut relawan dari lingkungan setempat,” ungkap Tino.

Mayoritas relawan dapur SPPG Cibuntu, kata Tino, adalah anak muda desa. Kini mereka memiliki pendapatan lebih baik dibanding saat bekerja sebagai buruh bangunan di kota atau di perkebunan sekitar desa.

85% Pasokan dari Petani Sekitar SPPG

Baca juga : Peringati HDI 2025: PGN Salurkan Bansos dan Dukung UMKM Penyandang Disabilitas

SPPG Cibuntu juga menjalin kerja sama erat dengan petani, pedagang pasar, dan karang taruna. Tino menyebut SPPG memang dirancang menjadi pasar baru bagi petani desa. “Sampai sekarang 85 persen pemenuhan kebutuhan pangan itu dari sekitar wilayah SPPG,” ujarnya.

Inisiatif ini bahkan mengubah pola tanam warga. Buah-buahan yang sebelumnya didatangkan dari luar Taraju, kini mulai ditanam oleh petani lokal agar dapat diserap langsung oleh SPPG. “SPPG ini jembatan yang sangat strategis sekali bagi mereka, dan kita fasilitasi. Alhamdulillah, sampai hari ini SPPG Cibuntu dapat memberikan kontribusi positif,” kata Tino.

Tak berhenti di dapur, SPPG Cibuntu juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa bantuan sarana dan prasarana sekolah bagi anak yatim dan yatim piatu. Program MBG dan keberadaan SPPG kini menjelma menjadi denyut nadi sosial-ekonomi yang penting bagi warga desa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense