BREAKING NEWS
 

Belanja Nataru Menguat, Bank Mandiri Optimistis Konsumsi 2026 Tancap Gas

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 5 Januari 2026 22:07 WIB
Foto: Bank Mandiri

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Mandiri menilai konsumsi rumah tangga tetap memiliki prospek yang positif pada 2026, seiring menguatnya belanja masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Kantor Ekonom Kepala Bank Mandiri mencatat Mandiri Spending Index (MSI) berada di level 354,5 per 28 Desember 2025 atau tumbuh 0,6 persen secara mingguan (week on week/wow).

“Belanja tumbuh positif meski tidak setinggi minggu sebelumnya yang mencapai 4,4 persen wow dan merupakan puncak belanja Nataru,” tulis Office of Chief Economist Bank Mandiri dalam laporannya, Senin (5/1/2026).

Secara spasial, pertumbuhan belanja ditopang oleh wilayah Sumatra yang mencatat kenaikan 1,1 persen wow, Jawa 0,9 persen wow, serta Maluku–Papua 0,6 persen wow. Sementara itu, Balinusra tumbuh terbatas sebesar 0,2 persen wow. Di sisi lain, Kalimantan dan Sulawesi mengalami kontraksi belanja, masing-masing sebesar 1,4 persen wow dan 0,1 persen wow.

Baca juga : Skuad Lengkap, Jakarta Livin’ by Mandiri Siap Tancap Gas Di Proliga 2026

Dari sisi sektoral, belanja kelompok leisure dan consumer goods menjadi penopang utama konsumsi masyarakat selama periode libur Nataru. Bank Mandiri mencatat, berdasarkan pola historis 2022–2024, kedua sektor tersebut konsisten menjadi pendorong utama belanja pada akhir tahun.

Pada periode Nataru 2025, belanja hotel tercatat tumbuh 9,3 persen wow, sementara produk kecantikan meningkat 10,0 persen wow. Untuk kelompok consumer goods, belanja fesyen naik 10,5 persen wow dan aktivitas makan di luar (dining-out) tumbuh 7,2 persen wow.

Adsense

Laporan tersebut juga mengungkap adanya perbedaan pola pembiayaan konsumsi antar kelompok pendapatan. Per 31 Desember 2025, indeks tabungan kelompok bawah tercatat sebesar 72,4 atau turun 0,71 poin dibandingkan November 2025. 

Indeks tabungan kelompok atas juga menurun 1,64 poin menjadi 92,0. Sebaliknya, indeks tabungan kelompok menengah justru meningkat 0,49 poin menjadi 101,2.

Baca juga : Bank Mandiri Optimistis Kredit, DPK & Aset Tumbuh Double Digit Akhir Tahun 2025

“Pola ini menunjukkan bahwa peningkatan belanja pada kelompok bawah dibiayai oleh tabungan, sementara kelompok menengah cenderung menahan belanja dan meningkatkan tabungan,” tulis Bank Mandiri.

Menurut Bank Mandiri, perilaku tersebut dapat diartikan sebagai persiapan masyarakat dalam menghadapi periode Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Februari 2026.

Memasuki 2026, Bank Mandiri memproyeksikan konsumsi rumah tangga tetap resilien, didukung oleh berbagai stimulus kebijakan serta realisasi belanja pemerintah yang dinilai akan lebih optimal pada tahun kedua pemerintahan.

“Konsumsi masyarakat diperkirakan tumbuh tinggi terutama pada kuartal I 2026 sejalan dengan momentum Ramadan dan Idul Fitri,” tulis laporan itu.

Baca juga : Pemerintah Optimistis Ekonomi 2026 Stabil

Meski demikian, Bank Mandiri mengingatkan bahwa keberlanjutan konsumsi sangat bergantung pada penciptaan lapangan kerja. “Kuantitas dan kualitas lapangan kerja yang tercipta selama 2026 akan menjadi kunci utama untuk menopang konsumsi masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tutup laporan tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense