Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
APBN Digenjot Untuk Belanja Prioritas
Pemerintah Optimistis Ekonomi 2026 Stabil
Minggu, 14 Desember 2025 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menunjukkan optimisme tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia tahun 2026. Dengan penekanan pada penguatan indikator domestik, perbaikan permintaan masyarakat dan kesinambungan program prioritas nasional, Pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi bakal stabil.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, upaya menjaga momentum pemulihan tetap menjadi perhatian utama.
Hal ini dilakukan untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan.
Baca juga : Lantik Pimpinan DPW Kalbar, Ahmad Ali Target PSI Masuk Posisi 3 Besar
“Pertumbuhan ekonomi 5,4 persen tahun 2026 akan menjadi baseline. Headwind (kondisi yang memperlambat) sudah lewat dan berubah menjadi tail wind (pendorong positif). Upside risk (risiko tak terduga) masih besar dan investasi akan menjadi kunci,” ujar Airlangga di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, kondisi upside risk (potensi kenaikan tak terduga) diperkirakan akan lebih dominan daripada downside risk (potensi penurunan tak terduga) pada tahun 2026. Karena itu, Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai target 5,4 persen.
Sejalan dengan optimisme tersebut, mantan Menteri Perindustrian ini memaparkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 akan difokuskan pada delapan prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Baca juga : Mendekati Perayaan Nataru, Infrastruktur Dan Stok BBM Kunci Lancarnya Perjalanan
Prioritas tersebut mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, penguatan koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Pertahanan Semesta, serta akselerasi investasi dan perdagangan global.
Di sektor energi bersih, Pemerintah mempercepat pembangunan Green Super Grid, pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) atau Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, lanjutan inisiatif Just Energy Transition Partnership (JETP), dan percepatan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Airlangga juga menegaskan, Pemerintah melihat arah ekonomi memasuki fase dorongan baru. Peningkatan mobilitas dan belanja masyarakat pada akhir 2025 dan awal 2026 diprediksi akan menopang pertumbuhan.
Baca juga : Dana Suap Diduga Dipakai Untuk Kampanye Pejabat
Prediksi kedatangan 1,36 juta wisatawan mancanegara dan lebih dari 120 juta perjalanan domestik selama libur akhir tahun bakal memperkuat prospek konsumsi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya