RM.id Rakyat Merdeka - Pucuk nasi tumpeng berwarna kuning emas ditunas dan dipindahkan ke piring dengan penuh kehati-hatian oleh Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas. Ia lalu meminta Komisaris Utama PTPN I, Seger Budiarjo, untuk mendekat. Simbol tanggung jawab kinerja itu diserahkan dalam acara Refleksi 2025 dan Resolusi 2026 di Gedung Agro Plaza, Jakarta, Senin (5/1/2026).
“Tumpeng ini saya serahkan kepada Pak Seger sebagai simbol tanggung jawab kinerja seluruh insan PTPN I kepada Dewan Komisaris. Setelah mencatatkan kinerja progresif di 2025, kami siap mempersembahkan kinerja yang lebih baik di 2026,” ujar Teddy.
Komitmen tersebut disambut tepuk tangan Dewan Komisaris, Direksi, para Region Head, Direktur Anak Perusahaan, hingga karyawan yang hadir langsung maupun daring dari 14 provinsi. Seremoni itu menandai penutupan buku 2025 sekaligus proyeksi kinerja 2026 dengan tema Maju, Bertumbuh, Mengukir Prestasi.
Paparan kinerja akhir 2025 sekaligus awal 2026 menjadi momentum penting untuk menyatukan visi manajemen dalam mengejar pertumbuhan positif yang signifikan di tahun mendatang.
Teddy menyebut capaian kinerja 2025 tergolong progresif dan melampaui target. Tahun tersebut diakuinya penuh dinamika, namun berhasil dilalui berkat penerapan prinsip kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
Baca juga : Resolusi Tahun Baru 2026, Demokrat Konsisten Perkuat Demokrasi
Secara finansial, hingga November 2025 PTPN I membukukan laba operasional sebesar Rp1,95 triliun, jauh melampaui target RKAP Rp800 miliar. Arus kas perusahaan juga tercatat sehat di angka Rp900 miliar, setara dengan ketahanan dana untuk enam bulan operasional.
“Kekuatan fundamental perusahaan tetap kokoh, tercermin dari EBITDA sebesar Rp3,18 triliun. Kebangkitan ini turut ditopang performa komoditas unggulan. Jika pada 2024 hampir seluruh komoditas tertekan, di akhir 2025 komoditas karet, kopi, kakao, dan tembakau kembali menyumbang laba signifikan,” jelas Teddy.
Memasuki 2026, PTPN I menargetkan lompatan besar dengan fokus pada bisnis hijau berkelanjutan. Target penjualan dari komoditas inti dipatok mencapai Rp9,2 triliun. Empat pilar strategis ditetapkan, yakni peningkatan kinerja karet, perbaikan performa teh dan kopi, optimalisasi aset, serta pengembangan green business.
“Tantangan 2026 sangat optimistis. RKAP pendapatan melonjak dari Rp3,18 triliun menjadi Rp9,2 triliun atau naik 300 persen. Tantangan ini harus kita jawab dengan semangat tinggi,” tegasnya.
Tak hanya soal angka, Teddy juga menyoroti arah masa depan perusahaan. Ia menegaskan PTPN I harus beradaptasi dengan standar internasional dan tuntutan pasar global yang makin kritis terhadap aspek lingkungan.
Baca juga : Kakorlantas Apresiasi ETLE Jabar, Kinerja Melonjak 800 Persen
“Kita akan memperkuat circular economy dan memastikan seluruh produk memiliki sertifikasi lingkungan berstandar global. Sinergi dan kolaborasi dalam keluarga besar PTPN I menjadi kunci agar tetap unggul sebagai perusahaan agribisnis global yang terdiversifikasi,” ujarnya.
Sementara itu, Komisaris Utama Seger Budiarjo menekankan pentingnya refleksi di tahun ketiga pascakonsolidasi sebagai titik balik perusahaan. Ia mengibaratkan PTPN I tengah berada di tahap akhir “mengukir patung” prestasi yang dirancang sejak awal integrasi.
Seger juga mengapresiasi loyalitas karyawan serta peran aktif Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) dalam menjaga keharmonisan hubungan industrial selama masa restrukturisasi.
“Dukungan pemegang saham dan kerja keras seluruh tim akan memastikan target laba bersih Rp369,97 miliar pada 2026 bukan sekadar angka, tetapi realitas yang harus kita capai bersama,” kata Seger.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan meninggalkan pola kerja lama yang tidak produktif. Generasi muda PTPN I didorong terus belajar dan mengasah kompetensi agar mampu membawa perusahaan terbang di ketinggian baru.
Baca juga : Bisnis Emas BSI Melonjak Hingga 231 Persen
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Utama yang diserahkan kepada Komisaris Utama, Ketua Umum SPBUN PTPN I, serta sejumlah pejabat lainnya. Simbol ini menegaskan sinergi manajemen, pengawas, dan pekerja sebagai jantung perusahaan.
Dengan semangat One PTPN I, perusahaan optimistis mampu menjawab tantangan pasar global dan terus memberi kontribusi ekonomi bagi negara melalui penguatan hilirisasi komoditas perkebunan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.