RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis, target lifting minyak nasional sebesar 610 ribu barel per hari (bph) pada tahun 2026 dapat tercapai, sekalipun menghadapi tantangan teknis yang tidak ringan.
Maklumlah, dalam konteks ini, pemerintah tidak hanya dituntut menjaga level produksi di tahun sebelumnya, tetapi juga meningkatkan lifting sekitar 5 ribu barel per hari.
Belum lagi, pemerintah juga punya PR menambal potensi loss 2 juta barel per hari, imbas insiden kebocoran pipa migas milik PT TGI di Riau yang mengganggu operasional Blok Rokan.
Berikut tiga jurus mencapai target lifting minyak di tahun 2026, sebagaimana disampaikan Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, Kamis (22/1/2026):
Baca juga : SIM Keliling Bogor Jumat 23 Januari 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap
1. Reaktivasi Sumur Tua
Salah satu strategi utama yang ditempuh untuk mencapai target lifting 2026 sebesar 610 barel per hari adalah reaktivasi sumur-sumur tua. Termasuk, percepatan perizinan puluhan ribu sumur minyak masyarakat di sejumlah daerah.
"Bahkan sekarang, untuk 40.000 lebih sumur masyarakat, sebagian izinnya sudah kita keluarkan seperti di Jambi dan Sumatera Selatan. Sekarang di Jawa Tengah, kita sedang mempercepat proses perizinannya," jelas Bahlil.
2. Optimalisasi Teknologi
Optimalisasi teknologi dalam upaya pencapaian target lifting 610 barel di tahun 2026 antara lain ditempuh dengan menerapkan penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rokan milik Pertamina dan Lapangan Banyu Urip yang dikelola Exxonmobil. Cara ini terbukti mampu meningkatkan produksi minyak.
3. Pangkas Hambatan Birokrasi
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Jumat 23 Januari 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap
Hambatan birokrasi akan dipangkas untuk mempercepat realisasi produksi lapangan baru, dan memastikan rencana pengembangan tidak mandek.
"POD-POD (Plan of Development) yang sudah selesai, kita lakukan percepatan. Ini kita sudah panggil dan bicarakan dengan semua KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama)," ujar Bahlil.
4. Tawarkan Lebih Dari 100 WK Secara Serentak
Kementerian ESDM juga akan menawarkan lebih dari 100 wilayah kerja (WK) migas secara serempak dalam waktu dekat. Jumlah blok migas itu lebih besar dari target sebelumnya, yang dipatok 75 blok migas.
Hal ini dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kementerian ESDM menggencarkan eksplorasi di hulu migas.
Baca juga : SIM Keliling Depok Jumat 23 Januari 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap
Sebagai catatan, capaian lifting minyak nasional pada 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam APBN. Dari target 605 ribu barel per hari, tercapai 605,3 barel per hari.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.