BREAKING NEWS
 

Tumbuh 4,9 Persen, BCA Kantongi Laba Bersih Rp 57,5 Triliun Di 2025

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 27 Januari 2026 18:10 WIB
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam paparan kinerja full year 2025 secara virtual, Selasa (27/1/2026). (Foto: Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama entitas anak usahanya sukses mengantongi pendapatan operasional yang tumbuh hingga 5,4 persen secara tahunan (year on year/yoy), dan membukukan laba bersih sebesar 4,9 persen yoy menjadi Rp 57,5 triliun di sepanjang tahun 2025.

Tak hanya itu, BCA juga mencatat pertumbuhan total kredit 7,7 persen yoy menjadi Rp 993 triliun, dengan rata-rata pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8 persen sepanjang 2025.

Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga.

“Hal ini selaras dengan komitmen perseroan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ucap Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam paparan kinerja full year 2025 secara virtual, Selasa (27/1/2026).

Kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9 persen yoy mencapai Rp 756,5 triliun per Desember 2025.

“Penyaluran ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung perkembangan dunia usaha nasional," ujarnya.

Baca juga : Dedi Mulyadi Targetkan Laba Bank bjb Rp 2,2 Triliun pada 2026

Selanjutnya, pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp 224,1 triliun, didukung KPR hingga Rp 142,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp 56,6 triliun.

BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025.

Outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 9,8 persen yoy menjadi Rp 25,2 triliun,” ungkapnya.

Dari sisi kualitas kredit BCA terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8 persen, dibandingkan 5,3 persen yoy pada tahun sebelumnya.

Adsense

Rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 1,7 persen dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen. Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp 255 triliun per Desember 2025, setara 25,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan.

Hal ini didukung meningkatnya pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan hingga dua kali lipat yoy menjadi Rp 6,2 triliun.

Baca juga : Ekonomi RI Dipuji IMF

Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53 persen yoy mencapai Rp 3,6 triliun. Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen yoy hingga Rp 1.045 triliun.

Total Dana Pihak Ketiga DPK BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp 1.249 triliun.

“Total frekuensi transaksi BCA pada 2025 naik 17 persen yoy mencapai 42 miliar,” sebut Hendra.

Pada puncaknya, BCA pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari. Frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19 persen yoy.

“Capaian ini menyumbang pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tumbuh 4,1 persen yoy, dan pendapatan selain bunga naik 16 persen yoy,” ujarnya.

Hendra berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada perusahaan. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air.

Baca juga : Bank Mandiri Salurkan KUR Hingga Rp 40,99 Triliun Di 2025

“Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif,” ungkapnya.

Sepanjang tahun lalu, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA.

“Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA, dan menjadi wujud komitmen perusahaan, untuk terus hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia,” pungkas Hendra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense