BREAKING NEWS
 

Setelah Pasar Saham Terpukul

Besok, Presiden Ungkap Fakta Kondisi Ekonomi

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 12 Februari 2026 08:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto akan mengungkap fakta kondisi riil ekonomi kita, Jumat (13/2/2026), besok, dalam sarasehan ekonomi: Indonesia Economic Outlook. Hal ini dilakukan untuk menenangkan masyarakat, setelah pasar saham terpukul, dua pekan lalu.

Rencana ini disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo, di Istana, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Dalam rapat itu, Airlangga melaporkan sejumlah perkembangan terbaru terkait indikator ekonomi.

Pertama, Airlangga melaporkan pertumbuhan ekonomi. “Di kuartal IV-2025, tumbuh mencapai 5,39 persen. Ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara G20. Kemudian pertumbuhan tahunan sebesar 5,11 persen, ini juga sangat baik," ujarnya.

Kedua, ekspansi ekonomi, termasuk sektor manufaktur yang masih berada di level ekspansi 52,6 persen. Ketiga, Indeks Keyakinan Konsumen pada Januari 2026 naik menjadi 127. Bahkan, jika mengacu Mandiri Spending Index, angkanya berada di 372,5. Keempat, soal penjualan riil yang tumbuh 7,9 persen pada Januari 2026. Airlangga menyebut, sektor ini mengalami kenaikan 3,5 persen dari Desember 2025.

Kelima, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 68 bulan berturut-turut sebesar 2,51 miliar dolar. Keenam, realisasi investasi yang terbilang positif. Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 1.931,2 triliun.

Baca juga : Sudah Dilatih, 8.000 Tentara Siap Dikirim Ke Gaza

Ketujuh, cadangan devisa, posisinya tetap tinggi di angka 154,6 miliar dolar AS. Kedelapan, pertumbuhan kredit di angka 9,69 persen. Kesembilan, seluruh lembaga pemeringkat, baik Moody’s, Fitch, maupun S&P, memberikan penilaian kepada Indonesia masih level investment grade. Walaupun pandangan Moody's masih negatif.

Airlangga melanjutkan, data-data ini perlu menjelaskan ke publik. Utamanya mengenai potensi peningkatan penerimaan negara serta terkait dengan rencana Danantara.

"Karena itu, Bapak Presiden meminta agar kami membuat penjelasan yang lebih lengkap dalam bentuk sarasehan ekonomi. Yaitu Indonesia Economic Outlook, yang akan diselenggarakan Jumat nanti," terang Airlangga.

Adsense

Mengenai kondisi pasar modal, Prabowo sangat marah ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok, dua pekan lalu, imbas Morgan Stanley Capital International (MSCI) menunda rebalancing saham-saham Indonesia. Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menyebut, peringatan dari MSCI itu berpotensi mencoreng kehormatan negara di mata global.

"Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama karena kehormatan negara kita dipertaruhkan," ucap Hashim, saat menjadi pembicara dalam ASEAN Climate Forum, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, (11/2/2026).

Baca juga : Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle

Guncangan pasar modal itu menjadi pelecut Pemerintah untuk melakukan pengawasan secara ketat. Hashim mengatakan, Pemerintah tidak ingin kejadian serupa terulang di kemudian hari. Sebab, Presiden menganggap integritas pasar modal sebagai salah satu bentuk kehormatan negara. 

"Harapan saya, dan harapan Presiden, serta harapan Pemerintah, adalah Anda (sebagai regulator) tetap mengawasi. Ketika Anda melihat semua anomali yang konyol ini, ini adalah red flag," pesannya.

Tanpa pengawasan yang serius, kata dia, praktik penipuan di pasar saham bisa saja terjadi. Hashim juga berpesan kepada investor untuk tetap percaya dengan Indonesia. Adik kandung Prabowo ini memastikan, Pemerintah berkomitmen untuk menjaga integritas pasar, termasuk pasar karbon.

Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan terus melakukan pembenahan. Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya akan menerbitkan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi, seperti yang telah diterapkan di Bursa Hong Kong. Penerbitan daftar ini menjadi bagian dari upaya BEI untuk memperkuat keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia, serta bagian dari tindak lanjut concern MSCI terkait transparansi.

Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan calon pengganti Anggota Dewan Komisioner OJK juga secara resmi telah dibentuk. Pembentukan Pansel berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 16/P Tahun 2026 tanggal 9 Februari 2026.

Baca juga : Presiden: Industri Harus Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditetapkan sebagai Ketua merangkap anggota. Ada 8 anggota lainnya, yakni Perry Warjiyo, Suahasil Nazara, Bambang Eko Suhariyanto, Aida S Budiman, Erwan Agus Purwanto, Dhahana Putra, Muhammad Rullyandi, dan Gusti Aju Dewi.

Ketua Sekretariat Pansel OJK sekaligus Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Arief Wibisono menjamin, proses seleksi bebas dari praktik nepotisme. "Saya termasuk orang yang antinepotisme. Jadi akan kita kawal bersama-sama tidak akan ada nepotisme," tegasnya, di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Proses pendaftaran calon secara resmi dibuka mulai 11 Februari 2026 pukul 00.00 WIB sampai 2 Maret 2026 pukul 23.59 WIB melalui laman resmi Kemenkeu. Arief memastikan, proses seleksi akan digelar secara transparan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense