Dark/Light Mode

Kejar Pertumbuhan 5,6 Persen, Ekonomi Indonesia Lampaui AS-China

Rabu, 11 Februari 2026 07:50 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung. (Foto: Dok. Kemenkeu)
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung. (Foto: Dok. Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tidak puas dengan pertumbuhan ekonomi 5,39 persen di kuartal IV 2025. Untuk kuartal I 2026, Pemerintah akan kejar pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen. 

Pernyataan ini disampaikan Juda Agung, Wakil Menteri Keuangan yang belum lama ini dilantik Presiden Prabowo Subianto. Juda mengatakan, target 5,6 persen pada kuartal I 2026 ini, lebih tinggi dari proyeksi awal atau baseline yang ditetapkan sebesar 5,5 persen. 

“Kita akan dorong ke 5,6 persen, dengan beberapa pengeluaran yang memang bisa dilakukan di kuartal satu ini,” kata Juda saat ditemui wartawan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2). 

Untuk mengejar target tersebut, Pemerintah akan menggenjot belanja negara. Mulai dari penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga berbagai insentif fiskal guna mendorong konsumsi masyarakat.

Optimisme Pemerintah bukan tanpa alasan. Juda menilai, capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen masih berada di bawah potensi sebenarnya. 

Baca juga : Badan Perdamaian Bentukan Trump Belum Ada Taringnya

“Kalau kita lihat, belum puasnya apa? Karena masih di bawah potensinya. Pertumbuhan 5,39 persen di kuartal IV itu masih bisa didorong,” tuturnya. 

Meski begitu, Juda tetap mengapresiasi capaian tersebut. Sebab, pertumbuhan 5,39 persen menjadi yang tertinggi sejak 2022 atau pasca Covid-19. “Setelah itu agak lemah di sekitar 5 persen. Sekarang di 5,39 persen menurut saya ini sebuah achievement yang patut kita syukuri,” imbuhnya. 

Lebih jauh, Juda menekankan bahwa kinerja ekonomi Indonesia relatif lebih baik dibanding negara-negara anggota G20. Ia mencontohkan China yang hanya mencatat pertumbuhan sekitar 4,5 persen pada periode yang sama. 

“Indonesia 5,4 persen. Belum dibandingkan dengan G20 lain, kita salah satu yang paling tinggi pertumbuhannya,” bebernya. 

Menurut Juda, kondisi ini menjadi momentum penting yang harus dijaga dan diperkuat. “Ini momentum yang sangat bagus dan perlu kita dorong,” tegas mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu. 

Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Justru Ada Kepastian Buat Jemaah Dan Pelaku Usaha

Optimisme juga ditopang oleh membaiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik cukup signifikan. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional masih solid. 

Selain itu, pertumbuhan ekonomi turut berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja. Selama periode Agustus–November 2025, jumlah lapangan kerja di Indonesia tercatat bertambah hampir 1,4 juta. 

“Biasanya dalam satu tahun pertambahannya sekitar 3 juta. Ini dalam satu kuartal naik 1,37 juta. Artinya pertumbuhan ekonomi ini memang mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih baik di triwulan IV 2025,” ungkap Juda. 

Sekadar informasi. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal III 2025 hanya mencapai 4,4 persen. Namun, capaian itu diklaim sebagai ekspansi tercepat dalam dua tahun terakhir, angka tersebut masih berada di bawah Indonesia. 

Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 tercatat sebesar 5,04 persen. Angka ini memang melambat dibanding kuartal II 2025 yang mencapai 5,12 persen, namun dinilai tetap resilien di tengah ketidakpastian global. 

Baca juga : Dr. Firman Candra: Ini Bisa Menimbulkan Ketidakpastian Hukum

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai, struktur mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terlalu bergantung pada konsumsi domestik. Akibatnya, pertumbuhan cenderung mentok di kisaran 5 persen atau growth plateau

Untuk keluar dari jebakan tersebut, Rizal menekankan pentingnya transformasi manufaktur padat karya. Menurutnya, peningkatan output industri pengolahan memiliki efek besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan perbaikan daya beli masyarakat. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.