RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI memperkuat komitmennya terhadap tata kelola dan etika digital, di tengah percepatan transformasi teknologi dengan meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk pelindungan data pribadi nasabah.
Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menegaskan, BSI mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya strategis perseroan mendukung layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika.
“Terutama di era penggunaan data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) makin dominan dalam pengambilan keputusan perbankan,” katanya, Sabtu (28/2/2026).
Standar ISO 27701:2019 adalah standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan bertanggung jawab sesuai praktik terbaik global.
Arief mengatakan, pencapaian sertifikasi ini mencerminkan kesiapan BSI dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. BSI memastikan, seluruh siklus pengelolaan data.
Baca juga : Dua Kilang Pertamina Raih Sertifikasi Internasional Produksi Bahan Bakar SAF
Mulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan dijalankan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan berorientasi pada pelindungan hak nasabah.
“Pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas,” tutur Arief.
Bagi BSI, inovasi digital tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga sebagai proses membangun kepercayaan jangka panjang.
Sertifikasi ISO 27701:2019 menjadi landasan penting, agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah bias yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.
Arief mengungkapkan, BSI merupakan first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 16 Desember 2025 dan menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup sistem, proses, dan budaya organisasi.
Baca juga : Singgih Januratmoko: Sertifikasi Halal Jaga Kedaulatan Pangan Nasional
“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan,” ujarnya.
ISO 27701:2019 memastikan bahwa, inovasi digital yang dikembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah.
“Karena bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.
Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan.
Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan pemangku kepentingan, baik nasabah, regulator, investor, maupun mitra global.
Baca juga : Pastikan Keamanan Digital, BCA Raih Sertifikasi ISO AI dan Privasi Data
Saat ini, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, BSI semakin mantap memperluas jangkauan layanan.
“Meningkatkan pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan. Sejalan dengan penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan,” pungkas Arief.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.