RM.id Rakyat Merdeka - Garuda Indonesia bersama anak usahanya Citilink menyiapkan sedikitnya 1,3 juta kursi penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode puncak perjalanan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Kapasitas tersebut disediakan untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026 dengan dukungan 7.634 frekuensi penerbangan.
Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan mengatakan dari total kapasitas tersebut, sekitar 616 ribu kursi disiapkan oleh Garuda Indonesia dan 742 ribu kursi oleh Citilink.
“Momentum Idul Fitri menjadi periode yang paling ditunggu masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga maupun berlibur. Karena itu kami memastikan kesiapan layanan penerbangan dapat terpenuhi secara optimal sepanjang periode peak season Lebaran,” kata Dani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Baca juga : Jelang Lebaran, Kapolda Aceh Kebut Pembangunan Huntap Untuk Korban Bencana
Untuk mendukung operasional tersebut, Garuda Indonesia Group mengoperasikan total 101 armada yang terdiri dari 60 pesawat Garuda Indonesia dan 41 pesawat Citilink.
Armada Garuda Indonesia meliputi enam pesawat Boeing 777-300ER, 11 Airbus A330 series, dan 43 Boeing 737-800NG. Sementara Citilink mengoperasikan 39 Airbus A320 dan dua ATR 72-600.
Selain penerbangan reguler, Garuda Indonesia Group juga merencanakan 449 penerbangan tambahan (extra flight) guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode mudik Lebaran. Rinciannya terdiri atas 146 penerbangan Garuda Indonesia dan 303 penerbangan Citilink.
Sejumlah rute domestik yang diproyeksikan memiliki permintaan tinggi antara lain Jakarta–Padang, Jakarta–Medan, Jakarta–Balikpapan, Jakarta–Pekanbaru, dan Jakarta–Jambi.
Baca juga : Sambut Lebaran, BRI Siapkan Uang Tunai Rp 25 Triliun
Adapun rute internasional yang diperkirakan ramai meliputi Jakarta–Singapura, Jakarta–Jeddah, Jakarta–Madinah, serta Denpasar–Narita, Tokyo.
Garuda Indonesia memproyeksikan puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.
Untuk memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran, Garuda Indonesia Group juga mengaktifkan posko layanan di sejumlah hub utama serta memperkuat kesiapan awak pesawat, sistem operasional, hingga layanan pelanggan.
Perusahaan juga memastikan kelaikan armada melalui perawatan berkala, mitigasi potensi gangguan operasional, serta kesiapan sistem dan layanan ground handling di bandara.
Baca juga : Mudik Lebaran 2026, Chery Siagakan 22 Bengkel Dan Diskon Servis
Di sisi lain, kemudahan akses pembelian tiket juga didukung oleh kebijakan stimulus pemerintah berupa potongan harga tiket kelas ekonomi domestik yang telah berlaku sejak 10 Februari 2026 untuk periode penerbangan 14–29 Maret 2026.
Stimulus tersebut berasal dari kombinasi kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), penyesuaian Passenger Service Charge (PSC), serta fuel surcharge yang diproyeksikan memberikan potongan harga tiket sekitar 13 hingga 18 persen.
Dani menegaskan bahwa penetapan harga tiket Garuda Indonesia tetap mengacu pada aturan pemerintah terkait Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan regulator.
“Kami berharap kesiapan angkutan Lebaran ini dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sekaligus menghadirkan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Dani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.