RM.id Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Rawamangun terus memperkuat komitmennya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja, termasuk di sektor informal.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan open booth sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan di area pasar tradisional yang menyasar para pedagang sebagai peserta potensial.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jemput bola BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan akses informasi dan layanan secara langsung kepada masyarakat pekerja yang selama ini belum banyak tersentuh program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Melalui open booth tersebut, para pedagang pasar dapat memperoleh informasi lengkap mengenai manfaat program, mekanisme pendaftaran, hingga simulasi iuran yang harus dibayarkan.
Petugas BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan penjelasan secara langsung dan interaktif mengenai berbagai program yang dapat diikuti oleh pekerja bukan penerima upah (BPU), seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta Jaminan Hari Tua (JHT).
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga membuka layanan pendaftaran langsung bagi para pedagang yang ingin segera menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Baca juga : Perkuat Hubungan, BPJS Ketenagakerjaan Grogol Gelar Program CRM
Dengan membawa identitas diri, para pedagang dapat langsung mendaftarkan diri di lokasi sekaligus mendapatkan penjelasan terkait tata cara pembayaran iuran serta manfaat yang akan diterima sebagai peserta aktif.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun Ferry Yuniawan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan kepesertaan, khususnya di kalangan pekerja sektor informal yang jumlahnya sangat besar di Indonesia.
Menurutnya, masih banyak pedagang pasar yang belum menyadari pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Padahal, aktivitas berdagang juga memiliki berbagai risiko yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi keluarga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Fery mengatakan, pedagang pasar merupakan salah satu kelompok pekerja yang memiliki aktivitas ekonomi penting dalam kehidupan masyarakat.
Namun di sisi lain, mereka juga memiliki risiko kerja seperti kecelakaan saat beraktivitas atau bahkan risiko meninggal dunia.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Grogol Gencarkan Perlindungan Bagi Marbot Masjid
"Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, kami ingin memastikan bahwa para pedagang juga memiliki perlindungan yang memadai," kata Ferry di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja BPU dirancang agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pedagang pasar.
Dengan iuran yang relatif terjangkau setiap bulannya, peserta sudah dapat memperoleh perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun santunan kematian bagi ahli waris.
Selain itu, peserta juga dapat mengikuti program JHT yang memberikan manfaat tabungan jangka panjang yang dapat dicairkan saat memasuki usia pensiun atau ketika tidak lagi aktif bekerja.
Dalam kegiatan tersebut, petugas BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan contoh kasus nyata mengenai manfaat yang telah dirasakan oleh para peserta program.
Penjelasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan para pedagang terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Baca juga : Perluas Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Rangkul Komunitas Masjid
Antusiasme para pedagang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada petugas terkait manfaat program, besaran iuran, serta prosedur klaim apabila terjadi risiko kerja. Bahkan, beberapa pedagang langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Ferry menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan akan terus melakukan pendekatan langsung kepada komunitas pekerja informal melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan layanan terbuka seperti open booth, kunjungan komunitas, maupun kerja sama dengan pengelola pasar.
"Kami ingin memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dirasakan oleh seluruh pekerja tanpa terkecuali, termasuk para pedagang pasar.
Dengan semakin banyaknya pekerja yang terlindungi, diharapkan kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun berharap semakin banyak pedagang pasar yang memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial dan terdorong untuk menjadi peserta aktif.
Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan sistem perlindungan sosial yang inklusif bagi seluruh pekerja di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.