RM.id Rakyat Merdeka - Usai Lebaran, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo langsung tancap gas mempercepat langkah hilirisasi industri kelapa sawit nasional. Perusahaan menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo (PTPN IV PalmCo) Jatmiko K Santosa mengatakan, proyek ini menjadi bagian dari arah strategis perusahaan yang sejalan dengan kebijakan nasional. Langkah tersebut juga mengikuti arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk memperkuat hilirisasi lintas sektor.
Menurut dia, PalmCo tidak lagi hanya berfokus pada produksi bahan mentah. Perusahaan mulai mendorong pengembangan produk turunan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
“Program ini menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi lintas sektor sesuai arahan Danantara,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (25/6/2026).
Jatmiko menegaskan, kesiapan proyek saat ini sudah matang. Perusahaan tinggal menunggu keputusan pemegang saham sebelum memulai pembangunan fisik di lapangan.
Groundbreaking diperkirakan bisa dilakukan dalam waktu dekat pasca Lebaran. Tahapan ini menjadi langkah awal transformasi besar industri sawit nasional.
Baca juga : PLBN Skouw Siagakan Posko Terpadu Hadapi Arus Idul Fitri
“Secara kesiapan kami sudah matang, tinggal menunggu keputusan pemegang saham,” katanya. PalmCo kini mulai menggeser orientasi bisnis dari ekspor Crude Palm Oil (CPO) ke produk bernilai tambah. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan kontribusi ekonomi dari sektor sawit secara signifikan.
Salah satu contoh pengembangan yang disiapkan adalah pengolahan tandan buah segar menjadi Bio Propylene Glycol (BioPG). Produk turunan ini dinilai memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.
“Nilai tambah dari hilirisasi ini bisa meningkat hingga belasan kali lipat,” tuturnya.
Dalam tahap awal, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas utama di kawasan tersebut. Seluruh fasilitas dirancang beroperasi secara bertahap mulai akhir 2028.
Pabrik yang disiapkan antara lain margarin dan shortening dengan kapasitas sekitar 40.000 ton per tahun. Selain itu, dibangun juga pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) berkapasitas 34.000 ton per tahun.
Pengembangan juga mencakup fasilitas lanjutan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk berbasis sawit. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Baca juga : Video Call Seskab, Ara Laporkan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Di Majalengka
Selain sektor pangan, PalmCo juga menyiapkan pembangunan pabrik biodiesel berkapasitas sekitar 450.000 ton per tahun. Proyek ini diarahkan untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Jatmiko menjelaskan, proyek ini tidak hanya berdampak pada industri, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di daerah. Aktivitas industri akan mendorong pertumbuhan sektor lain di sekitar kawasan.
“Ini bukan hanya proyek industri, tetapi upaya menggerakkan ekonomi daerah,” ucapnya.
PalmCo memperkirakan, proyek ini mampu menyerap sekitar 2.900 tenaga kerja. Penyerapan tersebut mencakup fase konstruksi hingga operasional penuh.
Selain tenaga kerja langsung, keberadaan kawasan industri juga akan mendorong sektor logistik dan usaha kecil menengah. Efek berganda ini dinilai penting untuk pemerataan ekonomi.
Di sisi lain, hilirisasi juga memberikan kepastian pasar bagi petani sawit rakyat. Selama ini, fluktuasi harga dan pasar menjadi tantangan utama di sektor hulu.
Baca juga : KSP: Prabowo Siapkan Taklimat Publik Untuk Tangkal Disinformasi
PalmCo menargetkan, pada 2030 fasilitas ini mampu menyerap hingga 2,7 juta ton tandan buah segar per tahun. Jumlah tersebut setara sekitar 567.000 ton CPO. “Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan hasil petani terserap berkelanjutan,” katanya.
Jatmiko optimistis integrasi hulu hingga hilir akan memperkuat ekosistem sawit nasional. Dukungan kebijakan Pemerintah juga menjadi faktor penting dalam percepatan proyek ini.
Menurut dia, hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah. Transformasi ini diharapkan membawa industri sawit naik kelas ke produk bernilai tambah tinggi.
“Proyek ini menjadi tonggak penting transformasi industri sawit nasional,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.