BREAKING NEWS
 

BTN Sukses Cetak 863 Pengembang Baru Lewat Program Mini MBA in Property

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 28 Maret 2026 20:07 WIB
Program Mini MBA in Property yang diinisiasi BTN. (Foto: Dok. BTN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sukses mencetak 863 pengembang baru sejak Program Mini MBA in Property dilaksanakan mulai 2016 hingga 2025.

Di tahun 2025, BTN mencetak 71 pengembang baru melalui Program Mini MBA in Property untuk Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar.

Adapun, program yang merupakan hasil kolaborasi Housing Finance Center (HFC) BTN dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut memberikan pembelajaran lengkap sekaligus simulasi nyata menjadi pengembang berkualitas. Program ini juga membuka akses ke berbagai kredit proyek perumahan di BTN.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, program ini digelar untuk melahirkan pengembang kompeten yang menghadirkan rumah-rumah berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

"Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses,” ujar Hermita di sela Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Baca juga : Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi Lewat Program SPRINT

Akses tersebut mulai dari kredit konstruksi di BTN, pembinaan untuk kredit bagi UMKM di kluster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN.

Hermita menambahkan, sektor properti masih memiliki potensi besar karena kebutuhan rumah di Indonesia yang terus meningkat, terutama di daerah.

Selain itu, saat ini Pemerintah memberikan dukungan kuat untuk mengembangkan sektor perumahan nasional dengan berbagai program pembiayaan dan subsidi.

Penyelenggaraan Program Mini MBA in Property, juga menjadi langkah BTN untuk meningkatkan kualitas perumahan di Indonesia dan mendorong ekonomi nasional. Pasalnya, rumah merupakan sektor padat modal dan menggunakan 90 persen bahan lokal.

Adsense

"Bahkan untuk setiap Rp1 triliun modal masuk ke sektor perumahan maka akan menambah 8.000 tenaga kerja, sehingga berdampak besar bagi perekonomian nasional," ujarnya.

Baca juga : Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

Sejak diluncurkan pada 2016, program Mini MBA in Property telah melahirkan 863 alumni di seluruh Indonesia. Sepanjang 2025, alumni program ini telah mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp 35,3 miliar, baik dari sisi funding maupun lending.

“Ke depan, BTN akan terus memperkuat program ini sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, dengan tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi,” katanya.

BTN juga akan membuka Program Mini MBA in Property Batch 25 yang dijadwalkan dimulai pada 11 April 2026 di Menara 2 BTN, Jakarta.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung Donald Crestofel Lantu mengatakan, program yang telah 10 tahun berjalan tersebut dirancang sebagai pembelajaran yang aplikatif dan transformatif.

“Seluruh peserta, tambahnya, telah melalui proses pembelajaran intensif selama 63 jam tatap muka yang dirancang berdasarkan kurikulum terstruktur hasil kolaborasi antara HFC BTN dan SBM ITB,” ujarnya.

Baca juga : Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI

Kurikulum tersebut mengedepankan empat pilar utama dalam bisnis properti, yakni Business Model & Market, Finance & Risk, Project & Operation, serta Regulation & Law.

Donald mengatakan, melalui metode case study dan pembelajaran langsung dari praktisi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jejaring dan mentor.

“Harapannya, mereka menjadi pelaku industri yang mampu membawa perubahan nyata yang tidak hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan," ucapnya.

Dalam acara yang sama juga digelar Seminar ‘Property Outlook 2026: Turning Market Insights into Business Opportunities’ yang memberikan gambaran lengkap terkait potensi bisnis properti di Indonesia.

Turut hadir menjadi narasumber dalam acara tersebut yakni Senior Research Advisor Knight & Frank Indonesia Syarifah Syaukat, Analis Senior Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi & Fiskal, Kementerian Keuangan Kristiyanto, dan CEO Pesona Kahuripan Group Angga Budi Kusuma. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense