RM.id Rakyat Merdeka - Prasasti menilai, diplomasi energi menjadi instrumen vital dalam menjaga ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Amerika Serikat pada 13 April 2026 mengumumkan blokade terhadap akses pelabuhan Iran, menyusul gagalnya perundingan dengan Teheran.
Langkah ini diperkirakan menghambat hingga 20 juta barel per hari minyak mentah dan produk kilang, serta mendorong harga minyak dunia menembus USD100 per barel.
Board of Experts Prasasti, Arcandra Tahar, menilai kondisi tersebut menunjukkan semakin besarnya pengaruh geopolitik dalam menentukan akses terhadap energi global.
“Diplomasi energi merupakan pintu pembuka bagi keamanan energi suatu negara. Melalui hubungan antar pemerintah, Indonesia dapat membangun aliansi politik tingkat tinggi untuk memperoleh akses terhadap aset energi strategis,” ujar Arcandra, Kamis (16/4/2026).
Baca juga : Diplomasi Olahraga RI–Prancis, Menpora Dorong Pengembangan Sepakbola Wanita
Menurutnya, akses terhadap sumber energi, khususnya di kawasan Timur Tengah, sering kali membutuhkan dukungan hubungan antarnegara yang kuat.
Oleh karena itu, diplomasi menjadi faktor penting dalam membuka peluang kerja sama sekaligus memberikan kepastian politik bagi investasi energi di luar negeri.
Arcandra menambahkan, strategi tersebut harus dijalankan secara hati-hati dengan memanfaatkan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, agar Indonesia tetap mampu menjaga keseimbangan di tengah rivalitas global dan dinamika sanksi internasional.
Ketegangan di kawasan Teluk juga kembali menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global.
Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati jalur ini, menjadikannya salah satu titik paling strategis dalam rantai pasok energi global.
Baca juga : IPA Convex 2026: Harapan Kemandirian Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Board of Experts Prasasti lainnya, Halim Alamsyah, menilai kondisi ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi mempengaruhi stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, respons kebijakan energi perlu dirancang secara bertahap dengan mempertimbangkan dampak jangka pendek hingga jangka panjang.
“Dalam jangka pendek, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga energi domestik melalui kebijakan fiskal dan pengelolaan pasar yang hati-hati. Selain itu, aktivitas trading energi perlu dioptimalkan agar fleksibel dalam meredam gejolak harga global,” ujarnya.
Untuk jangka menengah, Halim menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi domestik serta penguatan cadangan energi strategis nasional guna memperkuat ketahanan pasokan.
Sementara itu, Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, menyoroti pentingnya langkah jangka panjang dalam membangun ketahanan energi nasional yang lebih fundamental.
Baca juga : Ibas Dorong Penguatan Kedaulatan Energi dan Tata Kelola Migas Nasional
Ia menyebut, strategi tersebut mencakup pengurangan ketergantungan pada jalur distribusi energi berisiko tinggi, perluasan sumber energi domestik, serta percepatan transisi energi yang realistis sesuai kapasitas fiskal dan kesiapan infrastruktur nasional.
“Pendekatan bertahap ini penting agar kebijakan energi tidak hanya responsif terhadap tekanan jangka pendek, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu,” jelasnya.
Prasasti juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam merespons situasi global, seraya menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik agar masyarakat memahami dampak yang mungkin timbul serta memiliki ekspektasi yang realistis terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Menurut Prasasti, perkembangan di Selat Hormuz menunjukkan bahwa jalur energi global semakin sensitif terhadap dinamika kawasan.
Dalam situasi tersebut, kemampuan Indonesia menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mengelola risiko eksternal menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.