BREAKING NEWS
 

47.250 Ton Urea Pupuk Indonesia Tiba Di Australia

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 23 Juni 2026 12:52 WIB
Foto: Pupuk Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) merealisasikan ekspor 47.250 ton urea ke Australia sebagai bagian dari penguatan kerja sama ketahanan pangan kawasan Indo-Pasifik. Pengiriman tersebut ditandai dengan tibanya kapal MV Medi Luna di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia, Senin (22/6/2026).

Pengiriman ini menjadi implementasi awal kerja sama ekspor pupuk Indonesia-Australia melalui skema Government-to-Government (G-to-G). Langkah tersebut juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok pupuk regional sekaligus mendukung stabilitas rantai pasok di tengah dinamika global.

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono mengatakan, keberhasilan pengiriman tersebut menunjukkan kontribusi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan kawasan, terutama ketika rantai pasok pupuk dunia menghadapi tekanan akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Kerja sama ini menjadi simbol eratnya kemitraan ketahanan pangan Indonesia dan Australia. Ketika rantai pasok global menghadapi tantangan, Indonesia dengan kapasitas produksi urea yang besar dapat membantu memenuhi kebutuhan Australia yang mencapai 3,7 juta ton per tahun,” ujar Siswo.

Baca juga : 66 Persen Jemaah Haji Indonesia Tiba Di Tanah Air

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, ekspor tersebut mencerminkan kemampuan industri pupuk nasional dalam menjaga keberlanjutan produksi dan pasokan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan domestik sekaligus melayani pasar ekspor.

“Hari ini Indonesia menunjukkan bahwa kita adalah reliable supplier yang bisa menjadi sumber pasokan pupuk bagi negara mitra. Kita datang ketika mereka membutuhkan dan kita memberikan kepastian ketika dunia penuh ketidakpastian,” kata Rahmad.

Adsense

Ia menegaskan, prioritas utama perusahaan tetap memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Rahmad, kapasitas produksi nasional yang lebih besar dibandingkan kebutuhan domestik memungkinkan Indonesia melakukan ekspor tanpa mengganggu pasokan bagi petani.

Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton pupuk per tahun. Pada 2026, produksi urea ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton sehingga masih tersedia ruang untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

Baca juga : PNM Borong 4 Penghargaan di Indonesia Sustainability Award 2026

Hingga 22 Juni 2026, stok pupuk bersubsidi nasional tercatat mencapai 1,23 juta ton. Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 4,61 juta ton atau meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari pihak Australia, Chief Digital & Data Officer (First Assistant Secretary) Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Amanda Chalmers menyambut baik kedatangan urea asal Indonesia tersebut.

“Kedatangan urea dari Indonesia hari ini menjadi cerminan eratnya kemitraan serta persahabatan antara Australia dan Indonesia. Pasokan pupuk ini memberikan kepastian bagi para petani, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan Australia dan kawasan yang lebih luas,” ujarnya.

Ekspor urea ke Australia merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Pengiriman perdana diberangkatkan dari Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kalimantan Timur, pada pertengahan Mei 2026 menggunakan kapal MV Medi Luna.

Baca juga : Tomy Winata Ajak Pelaku Usaha Optimis, Indonesia Tetap Dilirik Investor

Pupuk Indonesia menargetkan realisasi ekspor ke Australia dilakukan secara bertahap hingga mencapai 250.000 ton sepanjang 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense