Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka -
Laporan Muhammad Rusmadi & Tim Media Center Haji, Makkah
Fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir. Setelah seluruh jemaah haji Indonesia meninggalkan Mina dan kembali ke Makkah, Kementerian Haji dan Umrah mulai mempersiapkan tahapan pemulangan jemaah ke Tanah Air secara bertahap.
Baca juga : Ini Kunci Persib Jadi Klub Pertama Juara Liga Indonesia 3 Kali Beruntun
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, proses pemulangan jemaah akan dimulai pada 1 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Gelombang pertama kepulangan akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. "Insyaallah mulai 1 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan dimulai. Pemulangan diawali oleh kloter-kloter awal melalui Bandara Jeddah. Pada hari pertama, sebanyak 17 kloter dijadwalkan kembali ke Indonesia," ujarnya, dalam konferensi pers di Kantor Daerah Kerja Makkah, Syisyah, Sabtu (30/5/2026) malam.
Gus Irfan menjelaskan, proses pemulangan jemaah akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni 2026. Karena itu, dia mengingatkan seluruh jemaah agar tetap menjaga kesehatan dan mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan guna memastikan perjalanan pulang berjalan lancar.
Baca juga : Pancasila dan Tanggung Jawab Moral Indonesia bagi Perdamaian Dunia
Dia menegaskan, kondisi fisik yang prima menjadi faktor penting menjelang kepulangan. Jemaah juga diminta mengikuti jadwal yang telah ditentukan serta arahan petugas di lapangan.
"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi jadwal yang telah ditetapkan, mengikuti arahan petugas, serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar kemampuan fisik, terutama menjelang masa kepulangan," tuturnya.
Selain menyampaikan perkembangan pemulangan jemaah, Gus Irfan mengungkapkan, Pemerintah Arab Saudi telah mulai menyusun tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.
Baca juga : Armuzna Berakhir, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali Ke Makkah
Menurutnya, pada 29 Mei 2026 Pemerintah Arab Saudi telah mengundang delegasi Indonesia untuk menerima paparan awal mengenai persiapan musim haji tahun depan, termasuk berbagai ketentuan umum dan jadwal penyelenggaraan yang akan menjadi acuan seluruh negara pengirim jemaah.
"Pada 29 Mei 2026, Pemerintah Arab Saudi telah mengundang kami untuk menerima penyampaian awal terkait persiapan penyelenggaraan haji tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. Di dalamnya disampaikan ketentuan umum serta jadwal dan timeline penyelenggaraan haji tahun depan," katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya