BREAKING NEWS
 

Dari Kejaran Rentenir ke Final PFL 2026: Kisah Inspiratif Nasabah PNM Yogyakarta

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 23 Juni 2026 19:50 WIB
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Grand Final Pro Futsal League (PFL) 2026 tak hanya menghadirkan persaingan sengit para atlet futsal terbaik Indonesia.

Di balik semarak pertandingan, terselip kisah inspiratif para pelaku usaha ultra mikro yang mendapat kesempatan memperluas pasar dan mengembangkan usahanya, termasuk Iin Sutiyani, nasabah PNM Mekaar yang berhasil bangkit dari tekanan utang rentenir.

Sebagai sponsor utama PFL 2026, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan 20 nasabah PNM Mekaar untuk berjualan langsung di area Grand Final.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera melalui pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha ultra mikro.

Bagi PNM, keterlibatan dalam ajang olahraga nasional tersebut bukan sekadar bentuk dukungan terhadap perkembangan futsal Indonesia, melainkan juga sarana untuk mempertemukan pelaku usaha kecil dengan peluang ekonomi yang lebih besar.

Baca juga : Di Balik Riuh Final PFL, Ada Syukur Nasabah PNM yang Berjuang untuk Keluarga

Kesempatan seperti ini dinilai penting karena banyak pelaku usaha ultra mikro yang masih menghadapi keterbatasan akses pasar dan permodalan.

Dalam kondisi ekonomi yang sulit, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya bergantung pada pinjaman rentenir karena prosesnya dianggap cepat dan mudah.

Namun, di balik kemudahan tersebut, rentenir kerap membebani masyarakat dengan bunga tinggi, tagihan harian, hingga tekanan psikologis yang membuat keluarga semakin sulit keluar dari lingkaran utang.

Akibatnya, hasil usaha yang seharusnya menjadi sumber penghidupan justru habis untuk membayar cicilan yang tak kunjung selesai.

Adsense

Karena itu, akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan disertai pendampingan menjadi faktor penting agar masyarakat tidak hanya memperoleh modal usaha, tetapi juga mampu membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Baca juga : JARVIS Kemenperin 2026 Dibuka, Minat Vokasi Terus Meningkat

Salah satu cerita datang dari Iin Sutiyani, nasabah PNM Mekaar yang turut berjualan di Grand Final PFL 2026.

Ia mengaku pernah berada dalam kondisi sulit ketika harus menanggung kebutuhan keluarga di tengah usaha kecil yang menjadi tumpuan ekonomi rumah tangga.

“Dulu, setiap hari rasanya seperti dikejar waktu. Bukan hanya memikirkan dagangan harus laku, tetapi juga tagihan pinjaman harian yang terus datang. Dengan kondisi suami yang sakit dan usaha kecil sebagai tumpuan keluarga, tekanan itu membuat langkah saya terasa berat,” ujar Iin.

Menurutnya, kondisi mulai berubah setelah bergabung dengan PNM Mekaar. Akses permodalan yang lebih aman dan pendampingan usaha membuatnya dapat mengelola usaha dengan lebih tenang.

“Setelah bergabung dengan PNM Mekaar, saya perlahan bisa mendapatkan akses modal yang lebih aman dan menata usaha dengan lebih tenang. Sekarang, bisa berjualan di Grand Final PFL 2026 menjadi kebanggaan tersendiri, karena saya merasa usaha kecil seperti kami juga punya kesempatan untuk tumbuh dan dihargai,” katanya.

Baca juga : Dari Jalanan ke Sawah, Kisah Petani Punk yang Kini Pasok Dapur MBG

Direktur Utama PNM, Kindaris menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian modal usaha semata.

Menurutnya, membuka akses dan kesempatan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro merupakan bagian penting dalam proses peningkatan kesejahteraan.

“Bagi perempuan ultra mikro, modal bukan sekadar uang. Modal adalah kesempatan untuk bernapas lebih lega, berdiri lebih kuat, dan melanjutkan perjuangan dengan harapan baru. Ketika mereka diberi ruang untuk tumbuh, yang bergerak bukan hanya usahanya, tetapi juga keluarganya dan ekonomi di sekitarnya,” ujar Kindaris.

Melalui keikutsertaan 20 nasabah dalam Grand Final PFL 2026, PNM berharap semakin banyak pelaku usaha ultra mikro yang mampu berkembang, terbebas dari ketergantungan pada rentenir, serta menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Kisah para nasabah tersebut menjadi bukti bahwa akses pembiayaan yang tepat, pendampingan berkelanjutan, dan kesempatan untuk memperluas pasar dapat membuka jalan bagi usaha kecil untuk tumbuh dan memberikan dampak yang lebih luas bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense