RM.id Rakyat Merdeka - Kampanye inovasi kesehatan global Go Healthy with Taiwan 2026 resmi membuka pendaftaran proposal bagi inovator, startup, peneliti, institusi, dan organisasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta terbaik akan mendapatkan program pendampingan khusus melalui Top 20 Mentorship Program untuk membantu mengembangkan inovasi menjadi solusi kesehatan yang siap diterapkan di pasar.
Program tersebut diselenggarakan oleh International Trade Administration (TITA), Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan, dan diimplementasikan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dengan mengusung tema "Designing Healthier Futures Together".
"Kampanye ini menampilkan kekuatan Taiwan di bidang smart healthcare, alat kesehatan, teknologi olahraga dan kebugaran, healthy ageing, dan wellness," demikian keterangan TITA yang diterima wartawan, Kamis (9/7/2026).
Melalui program tersebut, peserta didorong memanfaatkan produk, teknologi, maupun model bisnis asal Taiwan untuk menciptakan solusi di bidang kesehatan dan wellness yang dapat diterapkan di komunitas, tempat kerja, kota, hingga berbagai institusi.
Baca juga : Mbappe Jadi Pahlawan Singkirkan Paraguay
Salah satu pembaruan utama tahun ini adalah Top 20 Mentorship Program. Sebanyak 20 finalis akan memperoleh pendampingan langsung dari para pakar industri untuk menyempurnakan model bisnis, memvalidasi peluang pasar, mempercepat proses komersialisasi, sekaligus memperluas jejaring kemitraan internasional.
Program ini dikembangkan setelah penyelenggaraan perdana pada 2025 mencatat hasil melampaui target. Saat itu, Go Healthy with Taiwan menerima 638 proposal dari 55 negara, jauh di atas target awal sebanyak 100 proposal.
Sejumlah kolaborasi yang lahir dari program tersebut juga mulai menunjukkan hasil. Di Ukraina, tim pemenang berhasil menerapkan peralatan medis asal Taiwan di sejumlah fasilitas kesehatan dan menggunakan kembali dana hadiah untuk memperluas pengadaan alat kesehatan serta mendonasikannya ke rumah sakit.
Di Swiss, perusahaan Perovskia menjalin kolaborasi riset dengan Everlight Chemical yang menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal Nature. Sementara di Amerika Serikat, Ideas Lab bekerja sama dengan Taiwan Institute of Sports Science (TISS) dalam pengembangan teknologi analisis gerak berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas akses terhadap pelatihan olahraga berstandar profesional.
Baca juga : Rekor Ronaldo Antar Selecao Tantang Spanyol di 16 Besar
Pada penyelenggaraan tahun ini, tiga proposal terbaik akan memperoleh hadiah masing-masing sebesar US$30.000. Selain mengikuti program mentoring, enam finalis juga akan diundang ke Taiwan melalui kunjungan yang seluruh biayanya ditanggung penyelenggara.
Dalam kunjungan tersebut, para finalis akan bertemu perusahaan-perusahaan terkemuka Taiwan, mengenal ekosistem inovasi kesehatan secara langsung, sekaligus mengikuti babak final kompetisi.
Proposal harus disusun dalam bahasa Inggris dan menjelaskan solusi yang ditawarkan, dampak yang diharapkan, serta bagaimana produk, teknologi, layanan, atau model bisnis Taiwan diintegrasikan dalam solusi tersebut.
Pendaftaran dilakukan melalui situs resmi Go Healthy with Taiwan dengan batas akhir pengiriman proposal pada 5 Agustus 2026 pukul 23.59 GMT+8.
Baca juga : Pegadaian Gelar Pengobatan Gratis Dan Bagikan Minyak Goreng Di Pondok Aren
Penyelenggara menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI), layanan kesehatan preventif, serta teknologi peningkat kualitas hidup membuka peluang kolaborasi yang semakin luas. Melalui keunggulannya di bidang smart healthcare, digital health, dan integrasi sistem kesehatan, Taiwan berharap program ini dapat melahirkan berbagai solusi inovatif yang menjawab tantangan kesehatan global, termasuk di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.