BREAKING NEWS
 

BI: Penyaluran Kredit Baru Meningkat Pada Triwulan II-2026

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 20 Juli 2026 15:03 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit baru perbankan pada triwulan II-2026 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan pada seluruh jenis penggunaan kredit, baik kredit modal kerja, kredit investasi, maupun kredit konsumsi.

Berdasarkan hasil Survei Perbankan BI, peningkatan tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru yang mencapai 93,08 persen pada triwulan II-2026, lebih tinggi dibandingkan SBT sebesar 38,74 persen pada triwulan I-2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, hasil survei menunjukkan penyaluran kredit baru mengalami akselerasi pada triwulan II dan diperkirakan tetap tumbuh pada triwulan III-2026.

Baca juga : AHY Vespaan Di Bandung, Gaungkan Semangat Persaudaraan Jelang HUT RI Ke-81

“Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan III 2026, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap tumbuh dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 84,65 persen,” kata Ramdan dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Adsense

BI mencatat peningkatan penyaluran kredit baru terjadi pada seluruh jenis penggunaan kredit. Kenaikan tersebut tercermin dari meningkatnya nilai SBT pada Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumsi (KK).

Meski penyaluran kredit meningkat, perbankan pada triwulan II-2026 tercatat menerapkan kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal itu tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang berada di level positif sebesar 1,03.

Baca juga : Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Meningkat Pada Triwulan II-2026

Kebijakan kehati-hatian tersebut antara lain diterapkan pada aspek suku bunga kredit, plafon kredit, perjanjian kredit, jangka waktu kredit, hingga biaya persetujuan kredit.

Namun demikian, pada triwulan III-2026, standar penyaluran kredit diperkirakan akan lebih longgar. Hal itu tercermin dari prakiraan ILS yang berada pada level negatif sebesar 2,25.

Ramdan menambahkan, responden survei juga memperkirakan outstanding kredit hingga akhir 2026 akan terus meningkat. “Prospek pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh kondisi ekonomi dan moneter yang tetap positif serta risiko penyaluran kredit yang diperkirakan tetap terjaga,” ujar Ramdan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense