Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- IHSG Merah Di Awal Perdagangan, Turun Ke 5.984
- Kakorlantas Ungkap Tantangan Baru Lalu Lintas di Era Teknologi & Bonus Demografi
- Yulisman: Ekspor Listrik Hijau Harus Maksimalkan Nilai Tambah untuk RI
- Riset Doktor Ilmu Komunikasi: Algoritma Medsos Turut Tentukan Narasi IKN
- Persija Resmi Rekrut Pratama Arhan
INACA Dorong Penguatan Ekosistem Penerbangan & Keberlanjutan di IAS 2026
Rabu, 8 Juli 2026 20:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mendorong penguatan ekosistem penerbangan nasional agar lebih tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan di tengah tekanan krisis global.
Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 yang mempertemukan regulator, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan sektor penerbangan Indonesia.
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan, seluruh pemangku kepentingan harus memperkuat ekosistem penerbangan nasional, terutama di tengah tekanan krisis geopolitik global yang mempengaruhi pertumbuhan industri penerbangan.
Menurut Denon, melalui Indonesia Aero Summit 2026 ini, INACA bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kementerian terkait, dan seluruh stakeholder penerbangan berupaya memperkuat ekosistem penerbangan nasional.
Baca juga : Coway Perkenalkan Inovasi Terbaru Solusi Air & Udara Di IndoBuildTech 2026
"Di tengah kondisi geopolitik global saat ini, kita harus memperbanyak kolaborasi dan melakukan berbagai terobosan agar konektivitas penumpang maupun barang di Indonesia tetap terjaga," kata Denon dalam pembukaan IAS 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Denon menilai, ekosistem tersebut mencakup regulator, maskapai penerbangan, operator bandara, pengelola navigasi penerbangan, perusahaan maintenance, repair and overhaul (MRO), penyedia bahan bakar, penyedia teknologi, penyedia sumber daya manusia, investor, hingga pengguna jasa penerbangan.
Denon juga berharap IAS semakin menarik partisipasi investor dan pelaku industri global, sehingga Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar penerbangan, tetapi juga sebagai tujuan investasi untuk pengembangan teknologi dan industri aviasi nasional.
Dalam rangkaian IAS 2026, turut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) antara Pertamina dan Boeing.
Baca juga : Pacitan 70 Mil Dukung Pertumbuhan Ekosistem Wisata Berkelanjutan
Penandatanganan dilakukan oleh President Director dan CEO Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Managing Director Boeing Indonesia Indra Duivenvoorde sebagai langkah memperkuat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan di Indonesia.
Denon menilai, pengembangan SAF mampu menciptakan ekosistem industri yang kompetitif, terjangkau, sekaligus mendukung target dekarbonisasi sektor penerbangan nasional.
Sementara itu, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Sokhib Al Rokhman menilai, IAS menjadi wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan industri penerbangan. Ia mengatakan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga daya saing industri penerbangan Indonesia agar mampu bersaing di tingkat regional maupun global secara berkelanjutan.
Sokib menegaskan, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan industri aviasi di kawasan Asia Pasifik.
Baca juga : Apkasi Dorong Penguatan Peran Perempuan Atasi Stunting dan Majukan UMKM
Namun, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan ekosistem penerbangan yang modern, kolaborasi yang kuat, serta investasi yang berkelanjutan.
"Untuk mendukung transformasi itu, Pemerintah lagi menyusun master plan aviasi sebagai fondasi pengembangan sektor penerbangan nasional agar mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," ucapnya.
Untuk diketahui, INACA bekerja sama dengan INNOWINN International kembali menggelar IAS 2026 di Jakarta, Rabu-Kamis (8-9/7/2026).
Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, forum internasional ini diikuti sekitar 300 peserta dari pemangku kepentingan industri penerbangan dalam dan luar negeri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya