BREAKING NEWS
 

Pertamina EP Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Siswa SMP & SMA

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 1 Agustus 2026 18:01 WIB
Senior Manager HSSE Regional 2 Sigit Isbiantoro saat memberikan keterangan di acara Pelatihan Bantuan Hidup Dasar BHD atau Basic Life Support BLS bagi siswa SMP dan SMA. (Foto: Dok. Pertamina EP)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina EP menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support (BLS) bagi siswa SMP dan SMA, sebagai upaya menumbuhkan budaya tanggap darurat sejak usia dini.

Sebanyak 65 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari siswa SMP Negeri 145 Jakarta, SMP Negeri 58 Jakarta, SMA Negeri 35 Jakarta, dan SMA Negeri 3 Jakarta.

Senior Manager HSSE Regional 2 Sigit Isbiantoro mengatakan, upaya ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.  

“Melalui kegiatan ini, Pertamina EP berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).  

Baca juga : Pertamina EP Monetisasi Gas Sengeti, Proyek Perdana di Jambi dalam 10 Tahun

Mengusung konsep pembelajaran interaktif, para peserta memperoleh materi BHD yang meliputi pengenalan rantai bertahan hidup (chain of survival), Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), penanganan korban tersedak, posisi pemulihan (recovery position), hingga simulasi berbagai kondisi gawat darurat.

Seluruh rangkaian pelatihan dipandu oleh instruktur profesional dari Tim Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118.  

Sigit menjelaskan, tidak hanya menerima materi di dalam kelas, para siswa juga mengikuti sesi praktik menggunakan manekin RJP, AED trainer, alat fiksasi, bidai, serta berbagai perlengkapan pertolongan pertama lainnya.

Adsense

“Melalui simulasi yang menyerupai situasi nyata, peserta diajak memahami langkah-langkah penanganan korban secara cepat, tepat, dan aman sebelum bantuan medis profesional tiba,” ujarnya.  

Baca juga : Pertamina EP Papua Field Jadi Destinasi Favorit Kuliah Lapangan Mahasiswa

Selama pelatihan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif berdiskusi dengan instruktur, mengajukan pertanyaan, hingga mempraktikkan langsung teknik-teknik pertolongan pertama.

“Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap pentingnya keterampilan penyelamatan jiwa, sekaligus menjadi bekal untuk membangun budaya keselamatan sejak usia sekolah,” tuturnya.

Sigit mengatakan, kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan hidup yang penting dimiliki setiap individu.

“Kami berharap, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian dan kepedulian untuk memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi darurat. Keterampilan dasar seperti Bantuan Hidup Dasar menjadi bekal penting yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain," katanya.

Baca juga : Gelar RUPST, PEP Catat Produksi Minyak Hingga 68.338 BOPD di 2025

Pertamina EP berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi gawat darurat serta mampu menjadi penolong pertama (first responder) di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Sejalan dengan komitmen Perusahaan dalam mengedepankan aspek HSSE, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pertamina EP untuk membangun budaya keselamatan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia sejak usia sekolah, sehingga tercipta generasi yang lebih tanggap, peduli, dan siap bertindak dalam situasi darurat,” harap Sigit.

Sementara itu, salah satu Koordinator AGD 118 Anggi Sundaya mengatakan, keterampilan pertolongan pertama bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan.

“Kemampuan memberikan pertolongan pertama tidak hanya dimiliki tenaga kesehatan. Siapa pun dapat menjadi penolong pertama apabila memahami langkah-langkah yang benar," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense