Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
Perempuan Tangguh Sumatra Utara: Dari Kakao hingga Baronang
Kamis, 23 April 2026 19:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi baru saja menyingsing di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Namun bagi Nurhasanah, hari sudah lama dimulai.
Perempuan sepuh itu menapaki jalan setapak menuju kebun kakao, mengulang rutinitas yang telah ia jalani bertahun-tahun, sejak hidup memaksanya menjadi kepala keluarga.
Di wilayah utara Sumatra, kisah seperti Nurhasanah bukanlah pengecualian. Banyak perempuan berdiri di garis depan keluarga, menggantikan peran yang dulu identik dengan laki-laki.
Perlahan, stigma pun memudar, berganti dengan pengakuan atas ketangguhan mereka.
“Beberapa tahun lalu, kami belum tahu cara menanam yang benar. Hasil panen tidak menentu dan hasil panen tidak berkualitas baik,” ujar Nurhasanah saat berbincang dengan penulis belum lama ini.
Nurhasanah merupakan satu dari 19 perempuan penerima pelatihan Program Kelompok Tani Kepala Rumah Tangga dari Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatera Offshore (NSO).
Baca juga : Sanksi ASN Liburan Saat WFH Jumat, Dari Turun Pangkat Hingga Pemecatan
Melalui kelompok Inong Balee, mereka belajar teknik budidaya hingga peremajaan tanaman kakao, pengetahuan yang dulu tak pernah mereka miliki.
“Dulu kami panen, langsung jual. Tidak tahu soal kualitas,” katanya.
Hidupnya tidak mudah. Ia kehilangan suami akibat konflik bersenjata di desanya. Saat itu, anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Untuk bertahan hidup, ia bekerja serabutan, menjadi buruh tani hingga memanggul batu ke truk di Sungai Krueng Kereuto.
“Saya dulu menjadi buruh tani agar anak tetap bisa makan. Sebab, hasil kebun peninggalan suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.
Kini, keadaan mulai berubah. Program pemberdayaan yang ia ikuti membuka jalan baru bagi kehidupannya.
Baca juga : Gempa M7,3 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Terasa Kuat Hingga Ternate
“Saya sangat bersyukur adanya program pemberdayaan dari PHE NSO. Kami diajarkan berbagai cara untuk meningkatkan hasil panen. Seperti, praktik pertanian kakao yang baik,” katanya.
Hasilnya nyata. Dari lahan kritis seluas empat hektar yang direstorasi, ratusan bibit baru ditanam dan ribuan pohon diremajakan. Produktivitas pun meningkat, dari satu kilogram per pohon menjadi tiga hingga lima kilogram kakao.
Semangat serupa juga tumbuh di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Di sana, Sabariah bersama kelompok UMKM Kuliner Maju Bersama mengolah ikan baronang, yang dulu hanya pakan ternak, menjadi camilan bergizi.
“Program ini membantu kami, ibu rumah tangga berpenghasilan dan punya keterampilan baru,” ujarnya.
Melalui dukungan PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field, mereka tidak hanya belajar mengolah produk, tetapi juga membangun usaha. Dampaknya terasa hingga ke dapur rumah tangga.
“Alhamdulillah saat ini penghasilan dari penjualan cemilan mencapai 6 juta perbulan. Tiap bulan laku terjual 400 pcs dengan Harga satuan Rp 15 ribu/pcs,” ungkapnya.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Andalkan 345 Kapal Jaga Pasokan Energi
Lebih dari sekadar ekonomi, inovasi ini juga menyasar persoalan gizi. Produk olahan baronang berkontribusi menekan risiko stunting di wilayah tersebut.
Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan program pemberdayaan ini sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan pemerintah.
“Dengan peningkatan ekonomi, diharapkan dapat memberikan perubahan bagi lingkungan sekitarnya," tutupnya.
Di dua sudut berbeda Sumatra Utara, perempuan-perempuan ini menegaskan satu hal: keterbatasan bukan akhir dari cerita.
Dengan pengetahuan, kesempatan, dan keteguhan hati, mereka menulis ulang nasib untuk diri sendiri, keluarga, dan generasi berikutnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya