RM.id Rakyat Merdeka - PT Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu base transceiver station (BTS) hingga akhir semester I-2026 sebagai upaya memperkuat kualitas jaringan dan memenuhi kebutuhan layanan digital pelanggan yang terus meningkat.
Infrastruktur tersebut terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G. Penguatan jaringan dilakukan secara terarah untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, stabil, dan responsif sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan, pengembangan jaringan menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Baca juga : Pendapatan Bisnis Digital Telkomsel Tembus Rp 40,8 T
“Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik. Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia,” ujar Nugroho dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Penguatan infrastruktur tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan layanan data. Sepanjang semester I-2026, konsumsi data pelanggan Telkomsel meningkat 0,8 persen secara tahunan menjadi 11,8 juta terabyte.
Di sisi lain, Telkomsel mencatat rata-rata pendapatan per pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) mobile naik 9 persen menjadi Rp 45.600 dengan jumlah pelanggan mencapai 153,5 juta hingga akhir Juni 2026. Perseroan menilai peningkatan tersebut mencerminkan produktivitas pelanggan yang semakin tinggi serta kebutuhan yang terus bertumbuh terhadap layanan digital.
Baca juga : Telkomsel Bukukan Laba Bersih Rp 10,4 Triliun, Naik 8,3 Persen
Secara kinerja, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp 55,6 triliun pada semester I-2026 atau tumbuh 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA meningkat 8,6 persen menjadi Rp 26,1 triliun, sedangkan laba bersih naik 8,3 persen menjadi Rp 10,4 triliun.
Selain memperkuat jaringan seluler, Telkomsel juga terus mengembangkan layanan fixed broadband. Hingga semester I-2026, layanan tersebut memiliki sekitar 9,5 juta pelanggan dengan penetrasi konvergensi mencapai sekitar 65 persen.
Menurut Nugroho, penguatan jaringan dan investasi yang terarah akan terus dilakukan untuk mendukung transformasi Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah pengelolaan Danantara Indonesia sekaligus mempercepat pemerataan layanan telekomunikasi digital di Tanah Air.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.