RM.id Rakyat Merdeka - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan dukungan terhadap proses evakuasi dan penanganan penumpang KMP Putri Yasmin milik operator PT Jemla yang mengalami kebakaran saat melayani lintasan Padangbai–Lembar, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.30 WITA.
Sebagai operator Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar, ASDP memberikan dukungan sesuai kewenangan dan fasilitas pelabuhan, serta melakukan koordinasi dengan KSOP dan Basarnas dalam penanganan kejadian tersebut.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyampaikan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut.
Heru menambahkan, fokus utama ASDP saat ini adalah mendukung proses evakuasi dan memastikan penumpang yang berhasil dievakuasi mendapatkan penanganan sebaik-baiknya.
Baca juga : KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim SAR Evakuasi Penumpang
"ASDP bersama seluruh stakeholder terus mengerahkan dukungan yang diperlukan, baik dalam proses evakuasi di lokasi maupun penanganan setibanya penumpang di pelabuhan,” ujar Heru dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).
Dalam proses evakuasi, KMP Portlink II milik ASDP yang saat kejadian berada di sekitar lokasi turut membantu mengevakuasi penumpang.
Berdasarkan informasi yang diterima, sebanyak 35 orang telah dievakuasi menggunakan KMP Portlink II dan dibawa menuju Pelabuhan Lembar.
Setibanya di pelabuhan, ASDP menyiapkan fasilitas dan dukungan yang diperlukan untuk menerima penumpang hasil evakuasi, antara lain area penerimaan, akses ambulans, fasilitas P3K, jalur evakuasi, pengamanan dan sterilisasi area, serta fasilitas pendukung lainnya sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Baca juga : Pelanggan Ferizy Tembus 4 Juta, Digitalisasi ASDP Perkuat Layanan
“Yang menjadi fokus kami dari sisi pelabuhan adalah memastikan ketika penumpang hasil evakuasi diarahkan ke pelabuhan, seluruh fasilitas yang dibutuhkan telah siap. Kami juga memastikan koordinasi dengan instansi terkait berjalan dengan baik agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Heru.
Dalam proses penangananya, ASDP juga terus melakukan pendataan dan dokumentasi atas informasi yang diterima serta terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Untuk informasi mengenai kondisi kapal, jumlah penumpang dan awak kapal, proses evakuasi dari kapal, maupun perkembangan kondisi korban, ASDP mengacu pada informasi resmi dari pemangku kepentingan terkait lainnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Lembar, Syamsurizal, mengatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan dalam mendukung penanganan kejadian tersebut.
Baca juga : 6 Pelabuhan ASDP Resmi Terapkan Standar Baru Keselamatan Nasional
“Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian dari respons terhadap keadaan darurat dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan. Koordinasi dengan seluruh pihak terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal,” ujar Syamsurizal.
Saat ini, proses penanganan dan koordinasi antarinstansi masih terus berlangsung di wilayah Lembar. ASDP terus memastikan kesiapan fasilitas dan personel di Pelabuhan Padangbai maupun Pelabuhan Lembar untuk mendukung kebutuhan penanganan sesuai kewenangan dan arahan instansi yang berwenang.
ASDP berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dalam proses evakuasi dan penanganan penumpang serta awak kapal terdampak melalui kesiapan fasilitas kepelabuhanan, personel, dan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan dengan maksimal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.