RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan. Salah satunya dilakukan melalui program promosi dan pengenalan produk perkebunan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
Upaya tersebut dilakukan BPDP dengan berpartisipasi dalam Knowledge Exchange & Innovation Exhibition Jakarta 2026 yang digelar pada 27-28 Agustus 2026 di Jakarta.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian pendukung Regional Learning Forum on Sustainable Commodities: Advancing Sustainable Palm Oil and Cacao Through Regional Learning, Partnership, and Innovation yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama United Nations Development Programme (UNDP).
Melalui kegiatan ini, BPDP memperkenalkan peran, program, dan kontribusinya dalam pengembangan sektor perkebunan. Komoditas yang ditampilkan mencakup kelapa sawit, kakao, kelapa, serta berbagai produk turunannya yang dihasilkan UMKM.
Baca juga : Harbolnas 2026 Siap Kerek Ekonomi Ke Level 6 Persen
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan partisipasi tersebut merupakan bagian dari komitmen BPDP untuk mendorong komoditas perkebunan agar semakin berkelanjutan, inovatif, dan memiliki daya saing.
“Partisipasi BPDP dalam kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan beragam produk UMKM yang berasal dari komoditas perkebunan, kelapa sawit, kelapa, dan kakao kepada masyarakat internasional,” ujar Helmi.
Menurutnya, forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi dan pertukaran gagasan dengan berbagai pihak. Hal ini dinilai penting untuk memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor perkebunan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pelaku sektor swasta, serta pemangku kepentingan perkebunan dari Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini.
Baca juga : Pegadaian Bantu UMKM Jakarta Barat Lengkapi Legalitas Usaha
BPDP menilai pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi menjadi salah satu kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan sektor perkebunan.
Inovasi di sektor tersebut, kata Helmi, tidak cukup hanya menghasilkan nilai tambah secara ekonomi. Pengembangannya juga perlu memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta keberlanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Bagi BPDP, forum seperti ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan dalam menciptakan ekosistem perkebunan yang semakin produktif dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui pameran tersebut, produk UMKM berbasis komoditas perkebunan juga mendapat ruang untuk dikenal lebih luas. BPDP berharap pengenalan produk tidak hanya meningkatkan pemahaman publik mengenai komoditas perkebunan, tetapi juga membuka peluang pasar dan kerja sama baru.
Baca juga : Setia Pearl "Mutiara" Tembus Pasar Global Berkat Pelatihan Ekspor BRI Peduli
Helmi menegaskan, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam membangun rantai nilai komoditas perkebunan. Produk yang memiliki nilai tambah diharapkan dapat meningkatkan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.
“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami percaya bahwa komoditas perkebunan Indonesia, terutama kelapa sawit, kelapa, dan kakao, dapat terus tumbuh, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional,” ungkap Helmi.
Keikutsertaan BPDP dalam forum tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi mengenai kontribusi sektor perkebunan terhadap pembangunan nasional. Pengembangan komoditas diarahkan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat keberlanjutan dan daya saing produk Indonesia.
Dengan mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan, forum tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi serta mempercepat penerapan inovasi di sektor perkebunan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.