RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN, Subholding Gas Pertamina, memperkuat pasokan gas bumi untuk kebutuhan domestik melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Mont D’Or Oil Tungkal Limited (MOTL/MontD’Or).
Melalui perjanjian tersebut, PGN mendapatkan pasokan gas sebesar 5,45 BBTUD dari Wilayah Kerja Tungkal (WK Tungkal), Jambi, untuk periode 2026-2034.
Setelah periode tersebut, pasokan akan mengalami penurunan secara bertahap hingga 2040.
PJBG ditandatangani Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham dan General Manager MontD’Or Hendra Jaya.
Penandatanganan yang berlangsung pada Senin (31/8/2026) itu disaksikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto.
Baca juga : PGN Perluas CNG, Gas Bumi Jangkau Yogyakarta dan Sekitarnya
PGN menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, serta para pemangku kepentingan yang mendukung upaya memperoleh tambahan pasokan gas bumi tersebut.
Tambahan pasokan itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi domestik sekaligus menjaga keandalan penyaluran gas kepada pelanggan.
Aldiansyah mengatakan, kerja sama dengan MontD’Or menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi nasional.
“Kerja sama ini merupakan langkah penting dan strategis dalam upaya memperkuat pemanfaatan gas bumi nasional sebagai energi yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut PGN, PJBG tersebut memberikan kepastian penyerapan gas bumi dari WK Tungkal. Kepastian pasokan itu sekaligus mendukung PGN dalam menjaga kesinambungan layanan kepada pelanggan.
Baca juga : PGN Gagas Perluas CNG, Gas Bumi Jangkau SPPG hingga Pelaku Usaha
Gas dari WK Tungkal yang berada di wilayah Sumatera Bagian Tengah selanjutnya akan diintegrasikan dengan infrastruktur gas bumi milik PGN yang telah tersedia di Pulau Sumatera.
PGN juga terus mengembangkan strategi pengadaan pasokan dari berbagai sumber.
Selain gas pipa, perusahaan mengintegrasikan pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk memastikan ketersediaan energi sesuai kebutuhan pelanggan.
Pasokan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor, mulai dari industri dan komersial hingga usaha kecil dan rumah tangga.
Aldiansyah berharap, kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada pemanfaatan gas dari WK Tungkal.
Baca juga : North Hub Bidik Produksi 1.000 MMSCFD Gas, Buka Lebih dari 8.000 Lapangan Kerja
Menurut dia, sinergi antara pemerintah, produsen gas, dan PGN dapat dikembangkan untuk kerja sama strategis lainnya.
“Kami berharap kolaborasi antara SKK Migas, Produsen Gas terutama MontD’Or dan PGN tidak hanya pada pasokan WK Tungkal saja namun melalui kerjasama strategis lainnya. Kami optimis kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan industri dan perekonomian nasional,” tutup Aldiansyah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.